Aktivitas Wajib Masyarakat Lisbon

Aktivitas Wajib Masyarakat Lisbon

Aktivitas Wajib Masyarakat Lisbon – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut mengenai aktivitas wajib yang dilakukan masyarakat di kota Lisbon.

Lisbon adalah kota terbesar di Portugal yang juga merupakan ibukota negara. Kota ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi turis sebagai kota dengan keindahan arsitektur dan budaya yang memukau. Meskipun sempat hancur karena gempa bumi tahun 1755, kota ini kembali bangkit dari keterpurukan dan berkembang pesat menjadi kota penting dalam perdagangan Eropa.

Ketika awal membuat itinerary ke Lisbon, saya agak bingung daerah mana yang sebaiknya dipilih untuk mencari penginapan. Kriteria saya ada 3, yaitu murah, lokasi strategis untuk menuju tempat wisata dengan jalan kaki, dan aman. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Baixa, yang lokasinya diapit dua bukit tertinggi di Lisbon dan merupakan pusat bisnis dan perdagangan di ibukota.

Baixa terletak di pusat kota, untuk itu amat mudah mencapai daerah-daerah wisata lainnya karena tersedia beragam transportasi umum. Untuk ke daerah Sintra dan Balem anda bisa menggunakan tram dan kereta tanpa harus transfer. Selain itu untuk menuju Alfama dan Bairro Alto yang terkenal dengan kota tua dan kehidupan malamnya, bisa dilakukan hanya dengan jalan kaki. Jadi saya sangat merekomendasikan daerah Baixa sebagai ‘base camp’ selama berada di Lisbon. Kalau berkunjung ke Baixa, ada lo 5 aktivitas wajib yang harus anda lakukan.

1. Menyusuri Jalan Rua Augusta

Rua Augusta adalah jalanan utama di Baixa yang merupakan salah satu daerah paling ramai di Lisbon. Jalanan ini ditutup untuk kendaraan sehingga para pejalan kaki bisa leluasa menikmati suasana kota dan berbelanja tanpa harus takut ketabrak tram.

Sepanjang Rua Augusta anda bisa melihat beragam toko, restoran, jajanan kaki lima, pengamen jalanan, bahkan pasar kaget. Tapi saya sarankan untuk selalu waspada karena banyak copet. Beberapa kali saya melihat orang memata-matai tas kami bahkan berjalan terlalu dekat meskipun jalanan lengang. Sampai-sampai ada seorang pemuda berbaik hati mengingatkan untuk tidak menyandang tas ransel dipunggung tapi di dada, karena daerah itu rawan maling.

Rua Augusta diapit oleh dua lapangan yang terkenal yaitu Rossia square dan Commerce Square. Pada ujung jalan anda akan melihat sebuah gerbang besar terbuat dari batu untuk memperingati pembangunan kembali kota Lisbon setelah terjadi gempa. Anda diperbolehkan naik ke puncaknya untuk menikmati pemandangan indah kota Lisbon, yang sangat populer untuk melihat matahari terbenam.

Salah satu hal yang menarik dari Rua Augusta adalah jalan-jalan kecilnya mempunyai nama sesuai dengan pekerjaan atau barang yang dijual disitu pada masa abad pertengahan. Contohnya ada jalan Rua dos Sapateiros yaitu pembuat sepatu, Rua da Prata yang artinya penjual perak , dan Rua do Ouro yang artinya penjual emas.

2. Menikmati suasana Praca do comercio

Tempat yang harus dikunjungi di Baixa adalah Praça do Comércio. Disinilah tempat tinggal keluarga kerajaan pada abad pertengahan. Selain itu lapangan ini dulunya adalah pusat perdagangan jalur laut tempat menerima kiriman aneka rempah dan material mentah dari koloni Portugis di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Di tengah lapangan anda bisa melihat patung Raja Jose I yang memerintah pada saat terjadi gempa tahun 1755 yang memakan korban 100 ribu jiwa. Setelah bencana itu, Raja Jose menjangkit claustrophobia, atau ketakutan di ruangan sempit dan tertutup. Karena penyakit tersebut, sang raja meninggalkan istana untuk menetap di kompleks tenda dan barak di daerah Ajuda, luar kota Lisbon, sampai akhir hayatnya.

3. Mengunjungi lift Santa Justa

Santa Justa adalah sebuah lift yang digunakan sebagai alat transportasi umum bagi penduduk dari dataran rendah Baixa ke dataran tinggi Chiado. Tanpa keberadaan lift itu, mereka harus melewati perbukitan berbatu yang menguras tenaga dan waktu.

Santa Justa selesai dibangun tahun 1902 oleh seorang insinyur muda bernama Roberto Armenio yang juga merupakan murid Gustave Eiffel, pendiri menara Eiffel di Paris. Sekarang lift ini menjadi objek wisata populer untuk melihat pemandangan kota. Sayangnya antrenya panjang sekali, sehingga saya mengurungkan niat untuk naik.

Baca Juga:Daftar Hidangan Tradisional Lisbon

4. Makan makan

Daerah Baixa adalah surga makanan. Memang betul harganya tidak semurah daerah lain, tapi tidak jauh berbeda dibanding harga restoran di Jakarta. Variasi makanannya pun beragam. Sepanjang jalan Rua Augusta anda bisa melihat bahan makanan menggiurkan yang dipajang di etalase seperti daging asap, ikan, dan lobster.
Yang paling saya senangi adalah banyaknya restoran yang menyediakan meja makan dan tempat duduk di tengah jalan sehingga kami bisa merasakan kelezatan makanan dan bir Portugis sambil menikmati suasana kota.
Kalau anda suka ngafe dan ngemil, banyak sekali dijual kue-kue ringan yang enak dan bentuknya menarik . Oh ya sekedar tips, kalo anda mau menghemat, sebaiknya pilih meja tinggi tanpa tempat duduk yang harganya lebih murah karena anda dipaksa berdiri. Selain itu carilah restoran yang ramai karena biasanya makanannya enak.

Sesuatu hal yang menarik adalah banyak pelayan restoran dan toko orang India. Ternyata imigran India jumlahnya terbesar di Portugal dan mayoritas berasal dari daerah Goa dan Gujarat. Dulunya mereka dibawa sebagai budak pada saat India masih menjadi koloni Portugis.

5. Menikmati suasana di Rossio Square

Rossio Square adalah sebuah lapangan di Baxia yang mengingatkan saya dengan jalanan Champs-Elysees di Paris. Disinilah lokasi dimana penduduk pada abad pertengahan melakukan olahraga matador dengan banteng, tempat merayakan pesta rakyat, bahkan tempat eksekusi. Daerah ini sekarang dikelilingi butik-butik mahal dan toko-toko unik.

Rossio Square selalu mengadakan acara natal tiap tahun lengkap dengan pasar dan pohon natal yang tinggi dan megah. Di pasar natal anda bisa melihat atraksi seniman jalanan, kios toko dan barang-barang natal. Anda juga harus mencoba Ginja, rum Portugis yang biasanya disajikan dengan coklat. Saking enaknya, bapak saya menamakan Ginja ‘Kebahagiaan dalam botol’.

Kalau anda ada rencana berkunjung ke Lisbon, saya anjurkan untuk tinggal di daerah Baixa. Mungkin harganya relatif lebih mahal dibanding tempat lain, tapi sangat menghemat waktu karena lokasinya yang startegis, apalagi banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi dengan jalan kaki. Wah setelah menulis ini, jadi gak sabar mau balik ke Lisbon.

Continue Reading

Wisata Menarik Lisbon

Wisata Menarik Lisbon

Wisata Menarik Lisbon – Lisbon merupakan ibu kota dari Portugal. Berikut ini merupakan objek-objek wisata yang berada di Lisbon yang dapat anda datangi jika berkunjug ke Portugal.

1. Menara Belem

Menara-BelemTempat wisata di Lisbon yang pertama akan kita bahas adalah sebuah bangunan yang sangat bersejarah. Bangunan yang satu merupakan sebuah menara pandang yang berada di daerah belem, karena itulah menara yang satu ini disebut sebagai menara belem.

Selain disebut sebagai menara belem, menara yang satu ini juga disebut sebagai Menara Santo Vincentius. Hal yang cukup menarik adalah menara yang satu ini telah dijadikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO.

Hal tersebut dikarenakan menara yang satu ini memiliki peran yang sangat penting pada saat masa penjelajahan laut masih sangat terkenal. Menara yang satu ini merupakan pintu masuk pengawasan bagi kapal yang masuk ke portugal.

Selain itu menara yang satu ini merupakan sebuah benteng pertahanan pertama untuk melawan musuh yang masuk. Letaknya yang berada di semenanjung memang membuatnya sangat strategi. Sebagai salah satu tempat wisata di Portugal benteng tang satu ini, memang tak boleh kalian lewatkan begitu saja. sebuah benteng yang berdiri kokoh di tepi pantai. Jika kalian datang pada saat matahari tenggelam, maka keindahan benteng ini akan membuat kalian jatuh cinta pada pandangan pertama. Pastikan benteng ini menjadi salah satu destinasi yang tak akan kalian lewatkan.

2. Biara Jeronimos

Biara-JeronimosSelain terkenal sebagai salah satu kota romantis di Eropa, lisbon juga terkenal sebagai salah satu kota yang penuh dengan nilai sejarah. Hal tersebut dapat kita temukan pada tempat wisata di Lisbon yang satu ini.

Biara Jeronimos atau bisa disebut juga sebagai Biara Hieronimus, biara yang satu ini memiliki nilai sejarah yang cukup penting. Selain itu bangunan yang satu ini juga memiliki peranan dalam perkembangan lisbon sendiri.

Pada awal pembangunanya bangunan biara ini sendiri merupakan milik dari ordo santo Hieronimus. Namun, seiring dengan perkembangan yang ada, maka bangunan tersebut kemudiana mengalami sekulerisasi oleh pemerintah.

Pada masa penjelajahan laut, biara ini sendiri selalu memberikan pertolongan pada awak kapal yang tengah berlabuh. Banyak bantuan yang diberikan kepada pelaut, yang akhirnya membuat nama biara ini menjadi sangat terkenal. Bangunan yang satu ini sendiri kini telah menjadi salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1983. Bersamaan dengan menara belem, biara Jeronimos ini merupakan salah satu bangunan dengan gaya manuelin yang sangat khas portugal.

3. Praça do Comércio

Praça-do-ComércioLisbon merupakan salah satu dari beberapa tempat bersejarah dunia yang terdapat di Eropa. Kota yang satu ini memang pernah menjadi salah satu tempat yang cukup penting pada masanya.

Hal tersebut dapat kita lihat pada tempat wisata di Portugal yang satu ini. Praça do Comércio atau dalam bahas lain adalah alun-alun kota yang terletak di samping sungai tagus. Tempat yang satu ini merupakan salah satu lokasi yang sangat penting.

Pada awalnya lokasi yang satu ini merupakan salah satu tempat untuk melakukan transaksi perdagangan. Namun, sampai akhirnya lisbon mendapatnya musnah yang berupa gempa dan tsunami besar.

Banyak bagian dari alun-alun ini yang hancur dan terbawa oleh tsunami pada tahun 1755. Setelah terjadi tsunami besar tersebut tempat ini kemudian mengalami perombakan total. Kini, lokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup menarik untuk di kunjungi. Tempat yang satu ini bisa dikatakan tak pernah sepi dengan yang namanya wisatawan. Setiap kali musim libur tiba, pasti banya wisatawan yang akan menghabiskan waktu mereka disini.

Baca Juga :Sejarah Panjang Keramik Kota Lisbon

4. Time Out Market Lisboa

Time-Out-Market-LisboaTempat wisata di Lisbon yang satu ini merupakan salah satu petunjuk yang menunjukan bahwa kota yang satu ini sangat menarik untuk wisata kuliner. Time Out Market Lisboa merupakan salah satu lokasi yang sangat tepat untuk mencari beberapa makanan khas portugal yang istimewa.

Selain itu kita juga bisa mencari beberapa oleh-oleh khas portugal yang sangat wajib untuk kita bawa pulang. tempat yang satu ini mungkin mirip dengan foodcourt namun dengan ukuran yang lebih besar. Time Out Market Lisboa sendiri pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 2014 silam. Sejak pertama kali di buka untuk umum, lokasi ini langsung mendapatkan perhatian yang cukup besar.

Hal tersebut memang sangat sesuai dengan keinginan pemerintah kota setempat yang ingin memberikan suasana baru terhadap lokasi destinasi wisata di Lisbon. Jika kalian berkunjung ke lokasi ini, maka kita kan disambut oleh kurang lebih 35 kios menarik yang selalu menawarkan produk khas dar lisbon. Jika kalian datang ke kota ini pastikan lokasi ini tak ketinggalan.

Continue Reading

Ibu Kota Portugal Kota Lisbon Di Terjang Gempa

Ibu-Kota-Portugal-Kota-Lisbon-Di-Terjang-Gempa

no2lisbon -Pada 259 silam tahun silam atau 1 November 1755, sebuah gempa berkekuatan besar berkisar 8 hingga 9 skala Ritcher (SR) mengguncang Lisabon, yang kini menjadi Ibukota Portugal hingga merenggut lebih dari 50 ribu jiwa. Lindu ini dinilai salah satu yang terparah sepanjang masa.

Gempa terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 09.40 waktu setempat. Ketika itu, sejumlah warga Lisabon tengah merayakan Hari santo santa — hari besar umat Katolik yang juga disebut Hari Semua Orang Kudus.

Ada juga yang tengah sibuk melakukan kegiatan perdagangan dan distribusi barang lantaran Lisabon kala itu merupakan salah satu kota pelabuhan terbesar di Samudera Atlantik.

Tiba-tiba lindu bergetar. gempa yang berlangsung antara tiga setengah hingga enam menit, menyebabkan rekahan besar selebar lima meter yang muncul di tengah kota. Masyarakat setempat terkejut dan panik berlarian. Sebagian yang sadar ancaman besar datang langsung bergegas melarikan diri, sebagian lagi tengah ketakutan.

Orang-orang yang selamat dari gempa segera bergegas menuju ke dermaga untuk menyelamatkan diri dan ketika tampak air mulai menyusut, sampah kargo dan kapal tua berserakan.

Bencana tak berhenti sampai di situ. Sekitar 45 setelah gempa, tsunami besar menghantam pelabuhan dan masuk ke kota melalui Sungai Tagus. Gempa itu disusul lebih dari 2 gelombang. Di area yang tidak terkena tsunami, kebakaran hebat terjadi tiba-tiba, dan api membakar selama tiga hari.

Banyak warga menjadi korban guncangan gempa, timbunan rumah, tenggelam karena air dan juga terbakar. Selain itu, 85% bangunan di Lisabon pun hancur, termasuk Istana Kerajaan Ribeira, yang berdiri disamping sungai Tagus di alun-alun modern modern Terreiro do Paço.

Baca Juga : Lisbon Kota Tercantik Di Portugal

Di dalam perpustakaan raja, ratusan karya seni, seperti lukisan karya pelukis ternama saat itu, seperti Titian, Rubens, dan Correggio, hilang. Arsip raja hilang bersamaan dengan detail catatan eksplorasi bersejarah oleh Vasco da Gama dan navigator awal lain pun raib, entah ke mana.

Ahli geologis memperkirakan gempa di Lisabon mencapai magnitudo 9 SR dengan episentrum di Samudra Atlantik sekitar 200 km (120 mi) barat barat daya Tanjung St. Vincent. Gempa juga menghancurkan gereja besar di Lisabon, seperti Katedral Lisbon, Basilika Sao Paulo, Santa Catarina, Sao Vicente de Fora, dan Gereja Misericordia. Rumah Sakit Kerajaan Semua Orang Kudus di alun-alun Rossio habis dilalap si jago merah. Makam pahlawan nasional Nuno Álvares Pereira juga hilang.

Sejak musibah tersebut, para ilmuwan mulai mempelajari secara ilmiah terhadap dampak gempa hingga area yang luas, dan hal ini merupakan kelahiran titik awal ilmu seismologi modern.

Sejarah juga mencatat pada 1 November tahun 79 Masehi, kota Romawi kuno bernama Pompeii terkubur selama berabad-abad di bawah lapisan abu erupsi dahsyat Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Pesawat Maskapai dengan nomor penerbangan United Airlines Flight 629 dibom di dekat Longmont, Colorado. Akibatnya seluruh 44 orang yang berada di dalamnya tewas.

Continue Reading

Lisbon Kota Tercantik Di Portugal

Lisbon-Kota-Tercantik-Di-Portugal

no2lisbon – Setelah kunjungan sukses ke Spanyol, kami ikut melirik negara sebelahnya, Portugal. Sayang sungguh sayang keinginan kesana agak lama terpendam. Susah sekali mendapat tiket penerbangan murah ke negara itu. Berkali kami mengecek lewat bermacam maskapai penerbangan murah, atau agen perjalanan. Nihil. Sampai suatu ketika Emak melihat penawaran penerbangan murah dari Lufthansa, maskapai yang termasuk mahal di Jerman.

Adanya penawaran ini kebetulan sesuai dengan jadwal kami. Tak mau membuang kesempatan, kami segera pesan tiketnya. Awalnya kami bimbang, mau tiga atau empat hari disana. Setelah berkonsultasi dengan Walter, sahabat sekaligus penasihat jalan-jalan kami yang mengatakan bahwa Lisbon adalah salah satu kota tercantik di Eropa yang pernah dikunjunginya, maka kami putuskan empat hari di sana. Lagipula, kami kesana di bulan Maret, cuaca cukup enak untuk bepergian ke daerah selatan. Tak terlalu panas, tak terlalu dingin.

Menjelajah Lisbon

Namun kenyataannya, saat siang bolong sampai di Lisbon, kami kegerahan. Mungkin karena kami berasal dari daerah lebih dingin di Eropa Tengah. Apalagi setelah turun bus kota pakai acara kesasar saat mencari penginapan. Selain panas, ada tambahan bete, naik turun ibukota berbukit Portugal.

Kelar rehat sejenak dan mengisi perut di penginapan, kami mulai berjalan ke beberapa tempat. Benar juga, meski sebagian kota terlihat kumuh tak terawat, Lisbon masih menampakkan kecantikannya di banyak tempat. Rupanya kota ini mengalami penurunan jumlah penduduk cukup parah. Pantas saja banyak apartemen tak berpenghuni.

Waktu efektif penjelajahan kami di Lisbon adalah sekitar dua setengah hari. Kami manfaatkan sebaik mungkin. Kami membeli tiket harian di hari terakhir. Sedangkan dua hari pertama lebih memilih jalan-jalan naik turun perbukitan di kota ini. Dengan berjalan kaki, pesona suatu tempat bakal lebih banyak diserap dibanding kita memanfaatkan kendaraan. Namun karena medan lumayan berat, tentu saja di dua hari pertama kami menjelajahi daerah kota yang dekat dengan penginapan saja.

Kami berbekal satu peta kota pemberian ibu pemilik penginapan, seorang muslim India asal Mozambique. Sasaran pertama adalah Praca do Comercio, hanya berpuluh meter dari penginapan. Sebuah tempat terbuka di tepi Rio Tejo. Sebagian sedang ditutup karena renovasi. Kami berfoto di tepi sungai. Udara panas berbaur dengan hembusan angin sungai.

Dari sana, perjalanan berlanjut ke arah pusat kota Baixa. Baixa ini adalah daerah pertokoan, perkantoran sekaligus pemukiman. Lokasinya di pusat Lissabon bagian bawah. Jika dilihat dari perbukitan atau daerah tinggi atau peta, terlihat bahwa bentuk Baixa sangat unik. Gedung-gedungnya berjajar rapi menyerupai barisan. Trotoarnya terbuat dari keramik. Licin sebab sering dilewati pejalan kaki. Di sini selain pedagang kaki lima, bermukim butik, galeri, pertokoan serta restauran. Ada restauran khusus menjual makanan laut mahal seperti lobster dan kepiting raksasa. Binatang laut tersebut dipajang dalam keadaan hidup dalam akuarium. Pembeli bisa memilih dan membelinya dengan harga 65 euro per kilogram. Waks… Mana mampu kami membeli makanan semahal itu?

Baca Juga : Pusat Kuliner di Dunia dengan Bangunan Unik

Dari Baixa kami mendaki menuju Castelo de Sao Jorge di daerah perbukitan timur Baixa. Tanjakannya terjal. Kami lewat jalanan berbatu dan gang-gang berundak. Di bekas benteng yang pernah dikuasai kaum muslim ini hari mulai gelap dan angin malam makin kencang berhembus. Tak lama kami di daerah ini sebab tak bersiap dengan kostum lebih tebal.

Besoknya, petualangan dilanjtkan ke tempat lebih jauh. Agak pagi kami sudah bersiap keluar penginapan. Rute hari itu adalah kembali melewati Baixa ke Rossio, Marques de Pombal, lalu mendaki lagi hingga ujung Parque Eduardo VII.

Rossio adalah tempat terbuka lebar di jantung Lisbon. Hampir setiap kendaraan umum seperti bus, tram, dan metro melewati tempat ini. Sekelilingnya adalah gedung-gedung pertokoan, restauran, dan bank. Di tengahnya sebuah air muncrat besar dan cantik. Alasanya diplester dengan motif gelombang. Melambangkan air sebagai elemen penting bagi kota Lisbon dan Portugal pada umumnya. Plester pertama dipasang sejak 1849 oleh para narapidana di sana. Sebuah patung Raja Pedro IV berdiri gagah di depan satu gedung tinggi.

Kami sempat membeli roti sebagai tambahan bekal di sebuah toko roti, sebelum lanjut ke Eustacio do Rossio, sebuah stasiun dengan pintu sangat besar dan unik. Bentuknya mirip setengah lingkaran dan berukir. Dari sini perjalanan panjang dan menanjak sepanjang Avenida da Liberdade dimulai. Jalanan ini punya trotoar diantara pepohonan tinggi. Bangku-bangku taman berjajar. Sebagai tempat istirahat para pejalan kaki atau tempat tidur beberapa gelandangan. Kami sempat duduk dan berfoto beberapa kali. Adik mulai rewel di kereta bayinya. Ingin bebas berjalan kaki. Kami pun menggandengnya sambil terus mendaki.

Jalanan makin menanjak saja sesampai di bundaran Marques de Pombal dimana sebuah monumen tinggi berdiri. Di belakangnya, adalah sebuah taman, Parque Eduardo VII, diambil dari nama Eduard VII dari Inggris yang mengunjungi Portugal tahun 1903. Selain jalanan makin menanjak di taman ini, pepohonannya pun jarang hanya di sampin jalan saja. Kami kepanasan dan berkali istirahat di bangku di tepi jalan. Namun pemandangan di bagian tertinggi taman sungguh mengagumkan. Puas foto, kami kembali turun untuk melanjutkan ke obyek wisata lain.

Kembali ke stasiun Rossio, memanfaatkan lift mereka, kami mendaki lagi menuju Chiado. Obyek tertangkap mata pertama di sini adalah Convento do Carmo, reruntuhan sebuah gereja yang rusak akibat gempa bumi besar di Lisbon tahun 1755. Tiang-tiang reruntuhan terlihat masih kokoh, sedangkan atapnya sudah ambruk.

Dari sini kami lanjut ke daerah Bairro Alto, katanya ada tempat dimana kita bisa membeli makanan serba ikan murah. Namun karena tak tahu persis tempatnya, setelah berkali mengelilingi jalanan dan gang-gang kecil dan kumuh, tetap saja tak bertemu. Jadi kami putuskan masuk ke sebuah pusat perbelanjaan untuk istirahat sekaligus makan sore. Sisa hari itu kami habiskan beristirahat di penginapan.

Keesokan harinya kami berniat menjelajahi kota dengan kendraan umum. Makanya pagi-pagi kami sudah ke loket penjual tiket. Pertama, kami ingin mencicipi naik tram legendaris nomor 28. Selain melewati banyak obyek wisata, tram tua berumur seabad lebih ini juga malalui daerah-daerah paling tua di kota ini. Cocok sekali bagi kami yang ingin melihat kehidupan warga kota secara lebih dekat.

Puas naik tram pp, kami lalu turun di Basilica da Estrela, berfoto sebentar di tamannya, lalu ke daerah wisata terkenal, Belem. Titik pertama adalah Torre de Belem, yang letaknya cukup jauh dari halte pemberhentian tram. Kami mesti berjalan ke arah tepi sungai bersama rombongan turis lainnya. Torre de Belem adalah obyek pertama yang dilihat setiap kapal sebelum masuk pelabuhan Lisbon. Karena memang itu tujuan dibangunnya menara ini. Sebagai penyambut setiap kapal yang masuk pelabuhan pada tahun 1521, sebab pelaut Portugal dulunya merupakan pelaut-pelaut termasyur diseluruh dunia. Bangunan elegan ini merupakan monumen nasional sejak 1902 dan bersama biara Jeronimos ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dunia oleh Unesco.

Sempat berfoto keluarga dan membeli beberapa cinderamata, kami terus berjalan ke monumen raksasa, Padrao dos Descobrimentos. Menjulang setinggi 52 meter, di kedua sisi monumen berdiri 30 patung orang-orang penting Portugis. Terdepan dan terbesar adalah Heinrich Sang Pelaut, memegang sebuah kapal di tangannya, dan memandang ke arah Sungai. Di belakangnya antara lain Vasco da Gama, Pedro Alvares Cabral, Ferdinand Magellan, Diogo Cao, Bartolomeu Dias, Raja Manuel I, dll. Tak ada peneduh, panas sekali disini. Tak lama setelah mengabadikan peta jelajahan Portugis di masa lampau, kami pun langsung menuju kompleks bangunan bersejarah Jeronimos tak jauh dari monumen.

Kompleks biara sekaligus gereja ini termasuk salah satu yang bertahan dari terpaan gempa besar tahun 1755 masehi. Ornamen berukir di sekelilingnya sangat indah. Sebenarnya orang bisa masuk gratis hingga ke halaman dalam. Namun cuaca panas dan capek, kami hanya mengabadikan dan menikmati dari luar saja.

Sorenya, kami sempatkan diri memotret saluran air raksasa bersejarah yang berfungsi mulai abad 18 hingga kini. Bersembahyang di satu-satunya mesjid di Lisbon, kami kembali dengan bus kota ke arah penginapan. Hari itu sangat banyak kami kunjungi dan sangat melelahkan. Besok pagi sekali, kami harus berkendara kembali menuju bandara. Indah sekali kota ini. Sehingga hampir empat hari mengelilingi rasanya belum cukup juga untuk melihat semuanya.

Continue Reading

Beragam Restoran Tertua di Dunia

Beragam Restoran Tertua di Dunia

No2lisbon.net – Tidak hanya bangunan bersejarah saja lho yang memiliki usia ribuan tahun dan meninggalkan jejak sejarah kehidupan. Restoran-restoran dari berbagai penjuru dunia ini, memiliki usia ratusan bahkan ribuan tahun lho. Dan yang membuat kagum, restoran-restoran ini masih berjaya hingga sekarang dengan pelayanan luar biasa, jenis menu makanan yang lezat, dan paling menarik ialah interior restoran yang menyerupai ruang makan istana. Memberikan pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup. Penasaran? Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beragam restoran tertua di dunia :

1. Tavares Rico, Portugal
Berada di kota Lisbon, restoran Tavares Rico berdiri sejak tahun 1784. Selain menjadi restoran tertua di dunia, Tavares Rico dijadikan pula sebagai landmark di Portugal. Nuansa emas, lampu gantung, dan dinding yang dihiasi dengan cermin Venesia, membuat tema klasik yang ditunjukkan oleh restoran ini semakin mengesankan.

Buka pada pukul 19.00-21.30, Tavares Rico menyajikan menu olahan daging dan seafood. Meskipun interior ruangan terbilang mewah, restoran ini masih menawarkan menu tradisional seperti olahan ikan kod asin yang biasa disebut dengan Bacalhau, dan Sopa de Cebola, sup bawang. Untuk menikmati kelezatan makanan di sini, para pengunjung dapat mengeluarkan biaya 110 euro atau sekitar 1,9 juta rupiah untuk dua orang.

2. Wierzynek Restaurant, Polandia
Dibuka pada tahun 1364, restoran yang bertempat di lantai empat ini, pernah digunakan sebagai tempat perayaan pernikahan oleh Raja Casmir III. Terletak di kota Krakow, restoran memiliki delapan ruangan yang masing-masing ruang dihiasi dengan lukisan, ukiran perak pada dinding, lantai yang dilapisi dengan permadani, hingga terdapat satu ruangan yang memajang berbagai jenis jam dinding kuno.

Restoran layaknya ruang makan istana ini, buka pada pukul 13.00-23.00 setiap harinya. Venison Saddle, salah satu steak berbahan dari daging rusa yang menjadi hidangan utama sekaligus paling diincar oleh pengunjung. Makin sempurna lagi jika, rangkaian makanan ditutup dengan menikmati manisnya Honey-caramelized Porcini Mushroom Ice Cream, es krim coklat yang dicampur dengan jamur porcini, dan ditaburi kacang tonka. Menikmati kelezatan makanan berdua dengan pasangan, cukup merogoh kocek 250 zloty, setara dengan satu juta rupiah per orang.

3. La Tour d’Argent, Perancis
Nuansa klasik yang bertemu dengan keindahan pemandangan Katedral Notre Dame, dan aliran Sungai Seine, menambah keromantisan bersama pasangan ketika berkunjung ke restoran ini. Berada di kota Paris, La Tour d’Argent mengklaim jika restoran sudah berdiri sejak tahun 1582. Restoran hanya buka dari hari selasa hingga sabtu, dengan dua pembagian waktu yang dimulai pukul 12.00-14.00 untuk jam pertama, dan buka kembali lagi pada pukul 19.00-21.00.

Terkenal dengan olahan bebek, La Tour d’Argent mengandalkan Duck Foie Gras sebagai hidangan utama khas Perancis. Terbuat dari hati bebek yang telah digemukkan dengan cara diberi makanan jagung, setelah itu diolah menjadi steak. Rata-rata harga makanan di restoran ini berkisar 41 euro, atau sekitar 700 ribu rupiah. Pernah mendapatkan penghargaan atas minuman wine terbaik, ternyata La Tour d’Argent juga menginsipirasi film animasi Ratatouille.

Baca Juga : Kota dengan Karya Graffiti Terbaik di Dunia

4. Stiftskeller St.Peter, Austria
Restoran yang mulai beroperasional pada pukul 11.30-01.00 ini, terletak di kota Salzburg. Menawarkan hidangan kontemporer dari bahan-bahan berkualitas, Stiftskeller St.Peter sudah berdiri sejak 1.200 tahun lalu, mengajak pengunjung untuk bernostalgia dengan menyantap hidangan khas Austria yaitu Chanterelles à la Crème, sup krim jamur.

Courtyard and lounge, salah satu ruangan di Stiftskeller St.Peter yang paling ramai dikunjungi karena interior ruangan ini seperti ruang makan pada kastil tua. Dan di beberapa sudut ruangan terdapat pajangan berupa hiasan kayu kepala rusa. Kisaran harga untuk makan di salah satu restoran tertua ini, sekitar 21 euro atau sekitar 300 ribu rupiah per menunya.

5. Yar Restaurant, Russia
Deretan penulis terkenal di Russia seperti Pushkin, Tolstoy, Chekhov, dan Maxim Gorky, ialah tamu langganan yang sering berkunjung ke restoran yang telah ada sejak abad ke-19. Pernah mengalami kehancuran akibat perang, restoran ini direnovasi kembali di tahun 1909. Berada di jantung kota Moscow, Yar buka setiap hari dari pukul 12.00-24.00. Menampakan kemewahan ruangan dengan desain interior Kekaisaran Rusia, restoran juga menyuguhkan hiburan berupa pertunjukan musik dan tarian.

Dengan rata-rata harga yang dimulai dari 600 ribu hingga satu juta rupiah, pengunjung dapat menikmati sajian masakan Rusia dengan hidangan pembuka seperti Boiled Tounge, lidah sapi rebus yang diiris tipis dengan tambahan mayones. Lanjut ke menu utama, Sturgeon in Moscow, ikan sturgeon goreng dengan ditaburi bawang dan jamur di atasnya, tak lupa kentang goreng dicincang, dan diletakkan sekitar ikan.

Continue Reading

Kota dengan Karya Graffiti Terbaik di Dunia

Kota dengan Karya Graffiti Terbaik di Dunia

No2lisbon.net – Seni graffiti bukan hanya sekedar coretan gak jelas, tapi memungkinkan ada makna atau pesan di dalamnya. Karya seni satu ini paling sering ditemukan di dinding-dinding dan di jalanan. Ada pula yang di gedung-gedung atau hotel mewah.

Bahkan ada beberapa kota di dunia yang sangat menghargai karya seni graffiti ini. Inilah beragam kota di dunia yang memiliki karya graffiti terbaik. Simak ulasannya ya.

1. Buenos Aires, Argentina
Kota terpadat keempat di Amerika ini memiliki saham yang sangat aktif mengenai seni kontemporer jalanan. Tidak seperti kota-kota yang lainnya, di sini tidak perlu mendapatkan izin dari pemerintah untuk menciptakan karya mural terbaru. Untuk menciptakan karya mural di Buenos Aires, hanya memerlukan izin dari pemilik propertinya.

2. Lisbon, Portugal
Pada awal 90-an, kota ini telah kedatangan seniman tradisional. Dan beberapa tahun terakhir, Dewan Kota Lisbon telah secara aktif mendukung seniman jalanan.

Dengan kemunculan “Underdog” dan proyek Crono, serta munculnya homegrown artis seperti Vhils, kota ini menjadi lebih menarik dan dikenal. Gak heran kalau Lisbon menjadi salah satu lokasi terbaik di dunia untuk urusan seni jalanan dan semacamnya.

3. Bristol, Inggris
London memang kota traveling terbaik di Inggris. Tetapi kalau ngomongin tentang kota seni di Inggris, Bristol lah jagonya. Dijuluki kota seniman, karena Bristol merupakan kota tempat dibesarkannya seniman graffiti terkenal, Banksy.

Dengan mudahnya, Bristol menarik orang-orang muda kreatif dari seluruh dunia untuk berkunjung ke kota ini. Pada festival musim panas Eropa yang diadakan di sini, banyak seniman yang diundang untuk melukis langsung di lingkungan Bedminster dan Southville.

4. Berlin, Jerman
Setelah jatuhnya Tembok Berlin pada 1989, seniman jalanan lokal dan internasional merayakannya dengan menghias dinding yang masih berdiri dengan karya seninya. Bahkan lingkungan Berlin Timur, seperti Mitte dan Friedrichshain yang terlihat suram, menampilkan beberapa seni graffiti yang paling bersemangat di Eropa.

Kalau kamu jalan-jalan ke Jerman, jangan lupa mampir destinasi Tembok Berlin ya. Lukisan di atasnya bukan hanya sekedar karya seni saja, tetapi di dalamnya juga ingin menyampaikan suasana politik di Jerman.

Baca Juga : Beberapa Jembatan Paling Indah di Dunia

5. Sao Paulo, Brazil
Tak perlu dipungkiri lagi, Brazil memang merupakan salah satu negara terbaik untuk bersenang-senang. Terutama di Sao Paulo. Bukan hanya memiliki klub malam, sampanye mewah, dan tarian samba yang memukau saja, tetapi Sao Paulo juga merupakan kota graffiti terbaik di Brazil. Pencinta seni wajib ke sini, nih!

6. Bogota, Kolombia
Di Bogota, seni graffiti juga telah dilegalkan. Jadi para seniman di sana bisa mengekspresikan kekreativitasannya secara bebas. Kota ini juga kaya warisan budaya yang juga ikut menyediakan lahan untuk seniman muda berbakat. Asyik banget, deh.

7. Angouleme, Perancis
Angouleme, sebuah kota kecil di Perancis dan merupakan rumah untuk Europe School of Visual Arts. Sekolah ini menawarkan gelar sarjana seni komik dan festival komik tahunan.

Bahkan, sekolah ini telah mendapatkan julukan “Capital of the Comic Strip”. Lebih menariknya lagi, cukup banyak seniman yang mempraktikkan karya mereka pada bangunan lokal di sini.

8. Montreal, Kanada
Setiap musim panas, Montreal selalu mengadakan Festival Mural. Dalam festival ini, banyak yang menarik seniman lokal, bahkan hingga seniman luar dari seluruh dunia untuk berkarya di sini. Dijamin keren-keren, sih lukisan yang ada di sini.

Continue Reading

Beberapa Jembatan Paling Indah di Dunia

Beberapa Jembatan Paling Indah di Dunia

No2lisbon.net – Jembatan berfungsi sebagai penghubung dua bagian jalan yang terputus karena adanya rintangan-rintangan. Misalnya seperti lembah yang dalam, laut, sungai, dan sebagainya.

Seiring berkembangnya dunia pariwisata, jembatan juga beralih fungsi sebagai landmark. Banyak kota berlomba-lomba membangun jembatan yang sangat indah, megah, dan menakjubkan. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa jembatan paling indah di dunia :

1. Jembatan Surabaya, Surabaya, Indonesia
Jembatan ini menjadi salah satu landmark terbaru di Surabaya. Daya tarik utamanya adalah air mancur warna-warni saat malam Minggu. Ada pertunjukkan tarian air mancur dengan warna pelangi yang indah setiap pukul 20.00-21.00.

2. Jembatan Vasco da Gama, Lisbon, Portugal
Jembatan Vasco da Gama merupakan jembatan yang melintasi Sungai Tagus sepanjang 17,2 ribu meter. Inilah jembatan terpanjang di Eropa. Jembatan Vasco da Gama dibangun guna memperlancar mobilitas pembukaan World Fair pada 1998.

3. Jembatan Golden Gate, San Francisco, Amerika Serikat
Jembatan Golden Gate bisa dibilang sebagai jembatan paling dikenal di dunia. Jembatan ini membentang sepanjang 2.727 meter menghubungkan San Francisco dengan Kabupaten Marin.

Jembatan megah ini dibuka untuk para pejalan kaki mulai pukul 09.00 sampai 18.00. Di balik kemegahannya, jembatan ini kerap digunakan sebagai tempat bunuh diri.

4. Jembatan Banpo, Seoul, Korea Selatan
Banpo merupakan jembatan air mancur terpanjang di dunia. Air mancurnya diprogram untuk menyajikan pertunjukkan yang berbeda antara siang dengan malam.

Air mancur jembatan Banpo dioperasikan setiap hari selama April hingga Oktober. Pertunjukkan diselenggarakan selama empat sampai enam kali sehari selama 20 menit.

5. Jembatan Danyang Kunshan, Jiangsu, Tiongkok
Jembatan terpanjang di dunia ini menghubungkan Shanghai dengan Nanjing sepanjang 164,8 kilometer.

Jembatan ini dibuka resmi pada 2011 dengan mempekerjakan 10 ribu orang. Pembangunannya memakan waktu empat tahun dan menghabiskan biaya sekitar US$ 8,5 miliar.

Baca Juga : Beragam Makanan Unik Khas Portugal

6. Jembatan Millau Viaduct, Tran Valley, Prancis
Jembatan tertinggi di dunia ini mengalahkan ketinggian menara Eiffel setinggi 341 meter. Jembatan Millau membentang di sepanjang lembah Sungai Tarn dekat Millau di selatan Prancis. Jembatan sepanjang 2.460 meter ini akan memberikanmu sensasi jalan di atas awan yang mengesankan.

7. Jembatan Akashi-Kaikyō, Selat Akashi, Jepang
Jembatan ini memegang gelar “World’s Longest Suspension Bridge” dengan rentang 1.991 meter. Jembatan tol Akashi-Kaikyo menghubungkan Maiko di kota Kobe dengan kota Awaji di Pulau Awaji.

Selain itu, Jembatan Akashi-Kaikyō mempunyai dua buah taman untuk tujuan wisata yang letaknya berseberangan, satu di sisi Maiko dan satu lagi di sisi pulau Awaji.

8. Tower Bridge, London, Inggris
Jembatan ini membentang di atas Sungai Thames mempunyai panjang sekitar 61 meter. Nama Tower Bridge dipilih karena berdekatan dengan London Tower.

Jembatan ini terdiri dari dua bangunan menara yang dihubungkan di tingkat atas oleh dua koridor untuk pejalan kaki.

9. Jembatan Pasupati, Bandung, Indonesia
Jembatan Pasupati atau Jalan Layang Pasupati menghubungkan bagian utara dan timur Bandung. Jembatan kebanggaan Bandung ini mempunyai panjang sekitar 2,8 kilometer.

Jembatan ini secara keseluruhan menggunakan 663 unit segmen yang ditopang oleh 46 tiang. Pada malam hari bagian tengah Jembatan Pasupati diterangi lampu sorot warna-warni.

10. Jembatan Ampera, Palembang, Indonesia
Jembatan Ampera menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan Sungai Musi. Jembatan Ampera terbentang sejauh 1.117 meter.

Jembatan ini dulunya bisa dilewati kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,5 meter.

Jembatan Indonesia gak kalah kerennya dibandingkan jembatan lainnya di luar negeri. Sudah Jembatan mana saja yang sudah kamu kunjungi?

Continue Reading

Beragam Makanan Unik Khas Portugal

Beragam Makanan Unik Khas Portugal

No2lisbon.net – Portugal merupakan sebuah negara di Benua Eropa yang bertetangga dengan Spanyol. Selain dikenal karena sepakbola dan mega bintangnya, Christiano Ronaldo Portugal juga menawarkan kuliner khasnya yang tergolong unik.

Masakan Portugis biasanya lezat, mengandalkan bahan-bahan segar. Dari pegunungan di utara hingga bukit-bukit dan dataran di selatan, Portugal menawarkan beragam kuliner. Kami daftar Beragam Makanan Unik Khas Portugal hidangan terbaik untuk dipilih saat makan di Portugal,

1. Arroz de Tamboril
Tamboril adalah bahasa Portugis untuk ikan monkfish dan walaupun tidak sepopuler ikan cod, masih ada beragam hidangan yang disajikan di pantai Portugis yang termasuk di dalamnya. Seringkali dimasak dalam rebusan laurel, bawang putih dan tomat dengan nasi, hampir seperti risotto, untuk menjadi arroz de tamboril. Caçarola 1, di Figueira da Foz, sebuah desa di tepi laut hanya 10 mil dari Coimbra, menyiapkan salah satu versi terbaik arroz de tamboril di wilayah tersebut.

2. Bacalhau
Codfish, atau bacalhau dalam bahasa Portugis, lebih dari sekadar hidangan tradisional, itu adalah obsesi nasional. Hidangan ini bahkan memiliki nama panggilan sendiri, “teman yang setia”, dan secara tradisional dikonsumsi pada Malam Natal di Portugal. Ada ratusan resep dan versi klasik yang berbeda, tetapi

bacalhau à brás adalah salah satu yang terbaik; kombinasi bawang, keripik, zaitun, peterseli, telur dan, tentu saja, cod. Laurentina di Lisbon berspesialisasi dalam ikan cod dan telah dengan bangga menyajikan hidangan ini sejak tahun 1976.

3. Cataplana de Marisco
Cataplana adalah sup seafood yang dimasak dalam wajan tembaga dan disajikan dengan nasi atau keripik. Sementara daerah yang secara tradisional menyiapkannya adalah Algarve, salah satu tempat terbaik untuk mencobanya adalah di dusun nelayan Porto Brandão, tepat di seberang sungai dari Lisbon. Dapat dicapai dengan mobil tetapi sebagian besar penduduk lokal akan naik feri yang membuat kamu langsung di depan kerumunan kecil restoran. Tempat terbaik untuk menikmati sup ikan yang kaya ini adalah Porto Brandão eponymous. Selain makanan yang indah, nikmati pemandangan indah di seberang

Lisbon dalam perjalanan ke sana dan dalam perjalanan kembali lagi.

Baca Juga : Bangunan Bersejarah Ini Kembali Dibangun Setelah Sempat Hancur

4. Francesinha
Hidangan khas Porto, francesinha bukanlah makanan untuk orang yang pengecut. Hidangan ini terdiri dari dua iris roti yang diselingi steak, ham, sosis, dan chorizo, ditutupi dengan edam yang dilelehkan dan diaduk dalam rahasia, pedas, saus berbasis tomat, semua disajikan dengan keripik dan opsional dimahkotai dengan telur goreng. Tempat terbaik untuk menikmati klasik Portugis yang cukup besar dan memuaskan ini adalah Francesinha Café, terpilih sebagai tempat terbaik untuk

francesinha di Portugal oleh komunitas francesinhas.

5. Sopa de Cacao
Sementara tubarão adalah kata umum untuk hiu dalam bahasa Portugis, begitu mencapai meja, itu menjadi

coklat. Ikan direndam dalam ketumbar, lemon dan bawang putih sebelum dididihkan dan sup biasanya dimakan dengan roti, terutama jenis tepung jagung yang dikenal sebagai broa. Cais da Estação di Sines, di pantai Alentejo, memiliki versi cação yang lezat di menunya.

6. Polvo à Lagareiro
Masakan Portugis terkenal dengan makanan lautnya, seringkali disiapkan dengan cara sederhana; minta ikan segar langsung dipanggang di atas api lambat sebelum dibumbui dengan lemon dan rosemary dan kamu akan menikmati salah satu makanan terbaik di negara ini.

Namun, terkadang diperlukan sedikit teknik. Demikian halnya dengan polvo à lagareiro: seluruh gurita direbus terlebih dahulu dan kemudian dipanggang dalam oven dengan banyak bawang putih dan minyak zaitun. Kota mana pun di negara ini akan memiliki restoran yang menyajikan hidangan populer ini, tetapi pilihan yang tepat adalah A Tasquinha Nazare, desa tepi laut yang indah, 75 mil di utara Lisbon.

Continue Reading

Bangunan Bersejarah Ini Kembali Dibangun Setelah Sempat Hancur

Bangunan Bersejarah Ini Kembali Dibangun Setelah Sempat Hancur

No2lisbon.net – Dahulu bangunan bersejarah seperti kastil, benteng, istana, merupakan tempat dimana terciptanya sejarah besar. Namun peradaban yang belum stabil dahulu kala membuat bangunan cantik nan kokoh itu hancur dilanda perang ataupun bencana alam.

Karena nilai sejarah yang tersimpan di dalamnya sangat bernilai penting bagi kemajuan negara, setelah sempat hancur berikut beberapa bangunan bersejarah yang kembali dibangun :

1. St. Mark Campanile: Venesia, Italia
Venesia terletak di pinggir laut dan membuat risiko terjadinya bencana alam lebih besar. Ini terbukti pada tahun 1902 terjadi retakan besar yang muncul di bagian menara St. Mark Campanile hingga hancur. St. Mark Campanile yang menjadi pusat daya tarik kota Venesia ini kemudian dibangun tepat pada 10 tahun terjadinya retakan parah dan hingga kini berdiri kokoh mempercantik keindahan kota Venesia.

2. Menara Yellow Crane: Wuhan, Cina
Menara Yellow Crane mengalami kehancuran akibat perang bukan satu atau dua kali, namun berulang-ulang hingga proses perbaikan dan pembangunan ulangnya dilakukan sebanyak 12 kali. Oleh sebab itu menara yang terkini dibangun sedikit berjarak dari tempat asli bangunan tersebut berada.

Meskipun begitu Menara Yellow Crane menjadi salah satu destinasi yang paling diincar wisatawan lho karena pemandangannya yang indah dan cocok sebagai wisata religi.

3. Benteng Manoel: Valetta, Malta
Para pecinta serial Game of Thrones pasti sudah tidak asing dengan tempat bersejarah bernama Benteng Manoel di Valetta tepatnya di negara Malta. Malta adalah sebuah negara di dekat Laut Tengah yang menyimpan banyak situs sejarah.

Benteng Manoel sendiri sempat dinonaktifkan tahun 1964 karena mengalami kehancuran akibat Perang Dunia II. Tetapi sejak saat itu akhirnya benteng kembali direnovasi dan bisa berdiri tegak hingga sekarang ramai dikunjungi turis mancanegara.

Baca Juga : Kota Tertua di Eropa Yang Kaya Akan Warisan nan Bersejarah

4. Istana Ribeira: Lisbon, Portugal
Setelah kota Lisbon hampir mati karena diguncang gempa dahsyat tahun 1755, pemerintah kota kembali bangkit untuk membangun fasilitas yang hancur karena bencana alam. Salah satu yang paling ikonik adalah Istana Ribeira yang kembali berbentuk meskipun hanya bagian depannya saja.

Pasalnya istana yang menyimpan lukisan, sejarah dan histori kejayaan Lisbon tersebut bisa memakan banyak biaya dan waktu lama untuk dibangun ulang secara menyeluruh. Bekas Istana Ribeira akhirnya digunakan sebagai alun-alun kota dan berganti nama menjadi Square of Commerce.

5. Kastil Hiroshima: Hiroshima, Jepang
Mendapat serangan besar pada akhir Perang Dunia II berdampak pada situs kekayaan budaya Kastil Hiroshima. Pondasi kastil tersebut hancur setelah berdiri selama 500 tahun akibat bom yang dijatuhkan pasukan Amerika Serikat. Namun pada tahun 1957 kastil utama berhasil dibangun ulang dan kini menjadi museum yang mengabadikan cerita sejarah lengkap tentang Hiroshima.

Bangunan yang kaya akan cerita lampau di zaman dahulu kala memang patut dijaga sebagai bentuk rasa bangga terhadap perjuangan para pejuang di masa lampau.

Continue Reading

Kota Tertua di Eropa Yang Kaya Akan Warisan nan Bersejarah

Kota Tertua di Eropa Yang Kaya Akan Warisan nan Bersejarah

No2lisbon.net – Setiap daerah di dunia ini memiliki sejarah dan cerita uniknya masing-masing. Dan Eropa menjadi salah satu benua yang bikin penasaran untuk diketahui. Mulai dari destinasi wisata, sejarah, hingga berbagai tradisi negaranya.

Kali ini penulis akan membahas kota tertua yang berdiri di Eropa. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa kota tertua di eropa yang kaya akan warisan nan bersejarah :

1. Plovdiv, Bulgaria
Kota Plovdiv terus dihuni sejak abad ke-6 SM. Awal mulanya kota ini bernama Trakia, lalu kota tersebut ditaklukkan oleh Philip II dari Makedonia yang tak lain ayah dari Alexander Agung pada abad ke-4 SM. Sebagai bentuk penghormatan kota tersebut diubah namanya menjadi Philippopolis.

Sekarang, kota ini dikenal dengan nama Plovdiv dan menjadi kota terbesar kedua di Bulgaria. Kaya warisan nan bersejarah, di kota ini kamu bisa mengunjungi Teater Kuno Philippopolis, Stadion Romawi Plovdiv, Kota Tua, Museum Etnografi, dan lain-lain.

2. Argos, Yunani
Kota kedua tertua di Eropa adalah kota Mykenai di daerah Argos. Kota ini telah diruntuhkan oleh Sparta selama masa Perang Peloponnese. Dari berbagai artefak yang ditemukan, diprediksi kota ini telah dihuni sejak 7000 tahun yang lalu.

Kastil Bourtzi yang dibangun pada masa Renaisans menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung di kota bersejarah ini. Gak hanya itu, Argos pun menyisakan Piramida Yunani kuno hingga kebun-kebun anggur modern.

3. Athena, Yunani
Bukan rahasia lagi jika Yunani selalu disebut-sebut sebagai negara tertua di dunia. Ya, salah satu kota yang membuktikan sejarah tersebut adalah Athena. Acropolis di Athena sudah ada sejak abad ke-4 SM. Bahkan dari temuan-temuan kuno lainnya yang berhasil diprediksi, kota Athena telah dihuni sejak abad ke-11 hingga ke-7 SM.

Pada masa sekarang, Acropolis dan Phartenon pun menjadi tujuan destinasi para wisatawan.

4. Chania, Yunani
Salah satu kota yang terletak di sisi barat pulau Kreta ini telah dihuni sejak 1700 hingga 1500 SM dengan nama Kydonia. Diperkirakan kota ini menjadi saksi sejarah Bizantium dan Ottoman. Kini Chania dibagi menjadi beberapa wilayah. Bukti sejarah yang bisa ditemukan di sini meliputi tembok-tembok tua di dekat pelabuhan.

5. Thebes, Yunani
Kota selanjutnya yang sama-sama dari Yunani ini adalah Thebes yang diperkirakan telah dihuni sejak 1600-1250 SM. Warisan masa lalu di sini sangat beragam meliputi zaman Perunggu pada era Bizantium dan Ottoman. Sebagai bukti sejarah kamu bisa mengunjungi museum arkeologi hingga menjelajahi reruntuhan Cadmea (benteng kuno).

Baca Juga : Sejarah Mengenai Kota Lisbon Yang Terkenal Dengan Keramiknya

6. Larnaca, Siprus
Siprus merupakan negara berbentuk pulau di Timur Tengah yang berbatasan dengan Yunani dan Turki. Siprus telah diperebutkan selama berabad-abad hingga berhasil diambil alih oleh Alexander Agung sekitar tahun 300 SM.

Sejak 1400 SM, Citium (sebuah desa di pantai sebelah selatan) menjadi jajahan Yunani. Lalu, di desa tersebut dibangun sebuah kota yang saat ini dinamai Larnaca.

Kini, Larnaca menjadi kawasan bagi pejalan kaki sepanjang pantai Finikoudes yang berbatasan dengan danau garam.

7. Trikala, Yunani
Pada awalnya kota ini bernama Trikke, kota yang dibangun sepanjang Sungai Lithaios sebelum 1300 SM. Meskipun mulai dihuni baru-baru ini, sebuah gua di kota ini menjawab sejarah ditemukannya lelaki yang berasal sejak 49.000 SM.

Saat menyambangi kota ini kamu bisa menjelajahi The Mill of the Elves, Masjid Osman Sah, Matsopoulos Mill, dan lain-lain.

8. Chalcis, Yunani
Kota yang dulunya dikenal dengan nama Negroponte pada abad pertengahan ini telah dihuni sejak 1200 SM. Dihuni oleh Yahudi pasa masa lalu menjadikan kota ini sebagai komunitas Yahudi tertua di Eropa. Sejarah lainnya, Chalcis memberangkatkan kapal selama perang troya pada abad ke-13 hingga ke-12 SM.

Kini, di kota ini pantai Chalcis sangat populer dan jadi tujuan destinasi. Tak hanya itu, kamu pun bisa menjelajahi bukti-bukti sejarah di museum arkeologi.

9. Lisbon, Portugal
Ibu kota Portugal ini telah dihuni sejak 1200 SM. Meski reruntuhan kastil yang diketahui hanya berawal sejak 2000 SM. Namun arkeolog menemukan bukti lain, artefak Fenisia sebagai pemberhentian kapal dagang dengan Semenanjung Iberia lebih tua dari kastil tersebut. Bahkan di kota ini pun ditemukan Kastil São Jorge yang dibangun oleh bangsa Moor sejak abad ke-11.

Kini, Lisbon menjadi tujuan destinasi di Eropa selain Paris dan Barcelona.

10. Cadiz, Spanyol
Pada mulanya kota Cadiz diketahui telah ada sejak era Fenisia sebagai Gadir. Lalu temuan pun menunjukkan bukti lain jika Cadiz telah ada sejak 1.104 SM sebagai pelabuhan kapal. Sepanjang sejarah, Cadiz telah dijadikan pelabuhan bahkan hingga sekarang.

Kini, di sini kamu bisa mengunjungi San Sebastian Castle yang telah ada sejak 1600-an, Cadiz Cathedral yang telah dibangun sejak 1838, Gran Teatro Falla telah ada sejak abad ke-19 dan masih banyak lagi.

Continue Reading