Bangunan Bersejarah Ini Kembali Dibangun Setelah Sempat Hancur

Bangunan Bersejarah Ini Kembali Dibangun Setelah Sempat Hancur

No2lisbon.net – Dahulu bangunan bersejarah seperti kastil, benteng, istana, merupakan tempat dimana terciptanya sejarah besar. Namun peradaban yang belum stabil dahulu kala membuat bangunan cantik nan kokoh itu hancur dilanda perang ataupun bencana alam.

Karena nilai sejarah yang tersimpan di dalamnya sangat bernilai penting bagi kemajuan negara, setelah sempat hancur berikut beberapa bangunan bersejarah yang kembali dibangun :

1. St. Mark Campanile: Venesia, Italia
Venesia terletak di pinggir laut dan membuat risiko terjadinya bencana alam lebih besar. Ini terbukti pada tahun 1902 terjadi retakan besar yang muncul di bagian menara St. Mark Campanile hingga hancur. St. Mark Campanile yang menjadi pusat daya tarik kota Venesia ini kemudian dibangun tepat pada 10 tahun terjadinya retakan parah dan hingga kini berdiri kokoh mempercantik keindahan kota Venesia.

2. Menara Yellow Crane: Wuhan, Cina
Menara Yellow Crane mengalami kehancuran akibat perang bukan satu atau dua kali, namun berulang-ulang hingga proses perbaikan dan pembangunan ulangnya dilakukan sebanyak 12 kali. Oleh sebab itu menara yang terkini dibangun sedikit berjarak dari tempat asli bangunan tersebut berada.

Meskipun begitu Menara Yellow Crane menjadi salah satu destinasi yang paling diincar wisatawan lho karena pemandangannya yang indah dan cocok sebagai wisata religi.

3. Benteng Manoel: Valetta, Malta
Para pecinta serial Game of Thrones pasti sudah tidak asing dengan tempat bersejarah bernama Benteng Manoel di Valetta tepatnya di negara Malta. Malta adalah sebuah negara di dekat Laut Tengah yang menyimpan banyak situs sejarah.

Benteng Manoel sendiri sempat dinonaktifkan tahun 1964 karena mengalami kehancuran akibat Perang Dunia II. Tetapi sejak saat itu akhirnya benteng kembali direnovasi dan bisa berdiri tegak hingga sekarang ramai dikunjungi turis mancanegara.

Baca Juga : Kota Tertua di Eropa Yang Kaya Akan Warisan nan Bersejarah

4. Istana Ribeira: Lisbon, Portugal
Setelah kota Lisbon hampir mati karena diguncang gempa dahsyat tahun 1755, pemerintah kota kembali bangkit untuk membangun fasilitas yang hancur karena bencana alam. Salah satu yang paling ikonik adalah Istana Ribeira yang kembali berbentuk meskipun hanya bagian depannya saja.

Pasalnya istana yang menyimpan lukisan, sejarah dan histori kejayaan Lisbon tersebut bisa memakan banyak biaya dan waktu lama untuk dibangun ulang secara menyeluruh. Bekas Istana Ribeira akhirnya digunakan sebagai alun-alun kota dan berganti nama menjadi Square of Commerce.

5. Kastil Hiroshima: Hiroshima, Jepang
Mendapat serangan besar pada akhir Perang Dunia II berdampak pada situs kekayaan budaya Kastil Hiroshima. Pondasi kastil tersebut hancur setelah berdiri selama 500 tahun akibat bom yang dijatuhkan pasukan Amerika Serikat. Namun pada tahun 1957 kastil utama berhasil dibangun ulang dan kini menjadi museum yang mengabadikan cerita sejarah lengkap tentang Hiroshima.

Bangunan yang kaya akan cerita lampau di zaman dahulu kala memang patut dijaga sebagai bentuk rasa bangga terhadap perjuangan para pejuang di masa lampau.

Continue Reading

Kota Tertua di Eropa Yang Kaya Akan Warisan nan Bersejarah

Kota Tertua di Eropa Yang Kaya Akan Warisan nan Bersejarah

No2lisbon.net – Setiap daerah di dunia ini memiliki sejarah dan cerita uniknya masing-masing. Dan Eropa menjadi salah satu benua yang bikin penasaran untuk diketahui. Mulai dari destinasi wisata, sejarah, hingga berbagai tradisi negaranya.

Kali ini penulis akan membahas kota tertua yang berdiri di Eropa. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai beberapa kota tertua di eropa yang kaya akan warisan nan bersejarah :

1. Plovdiv, Bulgaria
Kota Plovdiv terus dihuni sejak abad ke-6 SM. Awal mulanya kota ini bernama Trakia, lalu kota tersebut ditaklukkan oleh Philip II dari Makedonia yang tak lain ayah dari Alexander Agung pada abad ke-4 SM. Sebagai bentuk penghormatan kota tersebut diubah namanya menjadi Philippopolis.

Sekarang, kota ini dikenal dengan nama Plovdiv dan menjadi kota terbesar kedua di Bulgaria. Kaya warisan nan bersejarah, di kota ini kamu bisa mengunjungi Teater Kuno Philippopolis, Stadion Romawi Plovdiv, Kota Tua, Museum Etnografi, dan lain-lain.

2. Argos, Yunani
Kota kedua tertua di Eropa adalah kota Mykenai di daerah Argos. Kota ini telah diruntuhkan oleh Sparta selama masa Perang Peloponnese. Dari berbagai artefak yang ditemukan, diprediksi kota ini telah dihuni sejak 7000 tahun yang lalu.

Kastil Bourtzi yang dibangun pada masa Renaisans menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung di kota bersejarah ini. Gak hanya itu, Argos pun menyisakan Piramida Yunani kuno hingga kebun-kebun anggur modern.

3. Athena, Yunani
Bukan rahasia lagi jika Yunani selalu disebut-sebut sebagai negara tertua di dunia. Ya, salah satu kota yang membuktikan sejarah tersebut adalah Athena. Acropolis di Athena sudah ada sejak abad ke-4 SM. Bahkan dari temuan-temuan kuno lainnya yang berhasil diprediksi, kota Athena telah dihuni sejak abad ke-11 hingga ke-7 SM.

Pada masa sekarang, Acropolis dan Phartenon pun menjadi tujuan destinasi para wisatawan.

4. Chania, Yunani
Salah satu kota yang terletak di sisi barat pulau Kreta ini telah dihuni sejak 1700 hingga 1500 SM dengan nama Kydonia. Diperkirakan kota ini menjadi saksi sejarah Bizantium dan Ottoman. Kini Chania dibagi menjadi beberapa wilayah. Bukti sejarah yang bisa ditemukan di sini meliputi tembok-tembok tua di dekat pelabuhan.

5. Thebes, Yunani
Kota selanjutnya yang sama-sama dari Yunani ini adalah Thebes yang diperkirakan telah dihuni sejak 1600-1250 SM. Warisan masa lalu di sini sangat beragam meliputi zaman Perunggu pada era Bizantium dan Ottoman. Sebagai bukti sejarah kamu bisa mengunjungi museum arkeologi hingga menjelajahi reruntuhan Cadmea (benteng kuno).

Baca Juga : Sejarah Mengenai Kota Lisbon Yang Terkenal Dengan Keramiknya

6. Larnaca, Siprus
Siprus merupakan negara berbentuk pulau di Timur Tengah yang berbatasan dengan Yunani dan Turki. Siprus telah diperebutkan selama berabad-abad hingga berhasil diambil alih oleh Alexander Agung sekitar tahun 300 SM.

Sejak 1400 SM, Citium (sebuah desa di pantai sebelah selatan) menjadi jajahan Yunani. Lalu, di desa tersebut dibangun sebuah kota yang saat ini dinamai Larnaca.

Kini, Larnaca menjadi kawasan bagi pejalan kaki sepanjang pantai Finikoudes yang berbatasan dengan danau garam.

7. Trikala, Yunani
Pada awalnya kota ini bernama Trikke, kota yang dibangun sepanjang Sungai Lithaios sebelum 1300 SM. Meskipun mulai dihuni baru-baru ini, sebuah gua di kota ini menjawab sejarah ditemukannya lelaki yang berasal sejak 49.000 SM.

Saat menyambangi kota ini kamu bisa menjelajahi The Mill of the Elves, Masjid Osman Sah, Matsopoulos Mill, dan lain-lain.

8. Chalcis, Yunani
Kota yang dulunya dikenal dengan nama Negroponte pada abad pertengahan ini telah dihuni sejak 1200 SM. Dihuni oleh Yahudi pasa masa lalu menjadikan kota ini sebagai komunitas Yahudi tertua di Eropa. Sejarah lainnya, Chalcis memberangkatkan kapal selama perang troya pada abad ke-13 hingga ke-12 SM.

Kini, di kota ini pantai Chalcis sangat populer dan jadi tujuan destinasi. Tak hanya itu, kamu pun bisa menjelajahi bukti-bukti sejarah di museum arkeologi.

9. Lisbon, Portugal
Ibu kota Portugal ini telah dihuni sejak 1200 SM. Meski reruntuhan kastil yang diketahui hanya berawal sejak 2000 SM. Namun arkeolog menemukan bukti lain, artefak Fenisia sebagai pemberhentian kapal dagang dengan Semenanjung Iberia lebih tua dari kastil tersebut. Bahkan di kota ini pun ditemukan Kastil São Jorge yang dibangun oleh bangsa Moor sejak abad ke-11.

Kini, Lisbon menjadi tujuan destinasi di Eropa selain Paris dan Barcelona.

10. Cadiz, Spanyol
Pada mulanya kota Cadiz diketahui telah ada sejak era Fenisia sebagai Gadir. Lalu temuan pun menunjukkan bukti lain jika Cadiz telah ada sejak 1.104 SM sebagai pelabuhan kapal. Sepanjang sejarah, Cadiz telah dijadikan pelabuhan bahkan hingga sekarang.

Kini, di sini kamu bisa mengunjungi San Sebastian Castle yang telah ada sejak 1600-an, Cadiz Cathedral yang telah dibangun sejak 1838, Gran Teatro Falla telah ada sejak abad ke-19 dan masih banyak lagi.

Continue Reading

Sejarah Mengenai Kota Lisbon Yang Terkenal Dengan Keramiknya

Sejarah Mengenai Kota Lisbon Yang Terkenal Dengan Keramiknya

No2lisbon.net – Setiap negara atau dearah punya keunikan dan keindahannya masing-masing. Salah satunya adalah kota Lisbon yang berada di negara Portugal yang terkenal dengan keramik yang menghiasi bangunan di kota ini.

Berbeda dengan rumah dan bangunan yang biasa kita lihat, hampir seluruh bangunan yang ada di kota Lisbon bukan berdinding tembok, tapi berdinding keramik, seperti yang digunakan untuk lantai bangunan.

Namun keramik yang dipasang pada dinding bangunan dan rumah di kota Lisbon bukan hanya keramik biasa yang polos, nih, teman-teman.

Keramik yang dipasang di dinding bangunan dan rumah di Lisbon terlihat menarik, bahkan ada yang menceritakan sebuah kisah dari potongan keramik yang dipasang.

Namun keramik yang dipasang pada dinding bangunan dan rumah di kota Lisbon bukan hanya keramik biasa yang polos, nih, teman-teman.

Selain membuat kota Lisbon menjadi lebih menarik, ternyata ada sejarah panjang penggunaan keramik untuk dinding di rumah dan bangunan kota Lisbon. Seperti apa, ya, kisah keramik di Lisbon yang menjadikannya semakin menarik?

Sebagian Besar Tembok Rumah dan Bangunan di Kota Lisbon Dilapisi Keramik
Apa warna cat dinding rumah dan kamar tidur teman-teman? Mungkin dinding kamar tidur teman-teman dicat dengan warna favorit.

Berbeda dengan di rumah kita, sebagian besar bangunan di kota Lisbon dindingnya dipasangi keramik, seperti lantai rumah.

Namun keramik yang dipasang bukan keramik polos, nih, tapi berhiaskan berbagai lukisan dan gambar yang berwarna-warni.

Bahkan pada beberapa bangunan, keramik yang dipasang menunjukkan kisah atau cerita tertentu.

Seperti keramik yang dipasang di Stasiun Alameda, yang menggambarkan navigator dan kapal sebagai cerita sejarah pelayaran Portugal.

Pemasangan keramik pada dinding-dinding bangunan kota Lisbon membuat kota ini menjadi terlihat lebih menarik dan berwarna-warni.

Selain kisah sejarah, ada berbagai pola yang juga digambarkan pada keramik, yang membuatnya kemudian disebut sebagai seni keramik atau seni ubin.

Keramik Pertama Kali Sampai di Portugal pada Abad ke-15
Keramik yang menghiasi dinding bangunan kota Lisbon disebut sebagai azulejo, yaitu kata turunan dari bahasa Portugis, yang artinya ‘biru’.

Namun sebenarnya kata ini berasal dari bahasa Arab, yaitu az-zulayj, yang berarti ‘batu yang dipoles’.

Azulejo pertama kali masuk ke Portugal pada abad ke-15, yanag diimpor dari Spanyol.

Masuknya azulejo ke Portugal ini atas permintaan Raja Manuel I yang saat itu memimpin Portugal, karena dirinya melihat keindahan kota Granada, Spanyol, dan ingin menghiasi Istana Sintra dengan keramik.

Saat itu, pola lukisan pada keramik masih terbatas pada pola geometris dengan warna yang terbatas.

Namun seiring waktu, seniman Portugis mulai menambahkan berbagai gambar di keramik, mulai dari gambar hewan, tumbuhan, hingga manusia.

Bahkan keramik yang mereka buat mulai menceritakan berbagai kisah, nih, teman-teman, yang kemudian dipasang di gerejaa-gereja kota Lisbon.

Azulejo Semakin Populer di Abad 18 dan 19
Setelah banyak bangunan yang menggunakan keramik lukis untuk dindingnya, semakin banyak bangunan yang temboknya berlapiskan keramik.

Hingga akhirnya pada abad ke-18 dan 19, penggunaan keramik di Portugal mencapai puncaknya dan digunakan hampir di setiap rumah dan bangunan kota Lisbon.

Dengan menggunakan keramik yang dipasang di dinding, mereka menganggap kalau hal ini membuat rumah mereka terlihat lebih berseni.

Selain itu, pemasangan keramik juga berdasarkan alasan kepraktisan.

Keramik yang dipasang pada dinding luar rumah akan membuat rumah lebih sejuk ketika musim panas, tapi juga melindungi rumah dari kelembapan, dan mengurangi suara bising dari jalan.

Ternyata Azulejo Juga Pernah Tidak Disukai
Karena banyaknya orang yang memasang azulejo di dinding rumahnya, azulejo sempat tidak disukai oleh orang-orang.

Hal ini berlangsung pada abad 20, di mana orang-orang menganggap azulejo dan seni ubin dilihat sebagai sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat kelas baawah.

Ketika itu, azulejo sempat dianggap bukan sebagai sesuatu yang indah dan menghiasi gereja dengan berbagai kisahnya, nih.

Azulejo banyak dianggap sebagai keramik yang hanya menutupi rumah-rumah masyarakat kelas bawah.

Tahun 1950an, Azulejo Kembali Disukai dan Dianggap Sebagai Seni
Setelah tidak disukai oleh banyak orang, sekitar tahun 1950-an, azulejo kembali disukai oleh penduduk Lisbon.

Penyebabnya adalah pembangunan stasiun kereta Lisbon yang dihiasi dengan keramik azulejo.

Pembangunan stasiun kereta Metro Lisabon melibatkan seorang seniman bernama Maria Keil yang diminta untuk menutupi dinding stasiun dengan keramik.

Hal ini dipilih karena biaya perawatan dinding keramik dianggap lebih murah dibandingkan dinding tembok dari semen.

Ada 19 stasiun kereta yang kemudian dihiasi dengan keramik yang menceritakan berbagai kisah dan lukisan warna-warni.

Berbagai Keramik dengan Pola Menarik Ada di Museum Keramik Lisbon
Karena kota Lisbon terkenal dengan keindahan keramiknya, bahkan ada museum khusus yang berisikan berbagai keramik.

Museum ini bernama Lisbon’s Tile Museum atau Museum Keramik Lisbon yang terletak di bekas sebuah biara, yaitu biara Madre de Deus.

Lokasi ini dipilih karena biara ini terkenal dengan berbagai azulejo yang menarik.

Di museum ini, terpajang berbagai koleksi dan contoh keramik di Lisbon yang menampilkan berbagai cerita.

Banyaknya keramik dengan berbagai warna dan cerita inilah yang membuat kota Lisbon menjadi menarik dan banyak dikunjungi turis untuk melihat keindahan serta keunikan bangunan.

Continue Reading