Sejarah Panjang Keramik Kota Lisbon

Sejarah Panjang Keramik Kota Lisbon

Sejarah Panjang Keramik Kota Lisbon – Lisbon merupakan salah satu nama kota yang berada di negara Portugal, kota ini terkenal dengan keramik uniknya yang menghiasai setiap bangunan-bangunan di kota ini. Berbeda dengan rumah dan bangunan yang biasa kita lihat, hampir seluruh bangunan yang ada di kota Lisbon bukan berdinding tembok, tapi berdinding keramik, seperti yang digunakan untuk lantai bangunan.

Namun keramik yang dipasang pada dinding bangunan dan rumah di kota Lisbon bukan hanya keramik biasa yang polos, nih, teman-teman.
Keramik yang dipasang di dinding bangunan dan rumah di Lisbon terlihat menarik, bahkan ada yang menceritakan sebuah kisah dari potongan keramik yang dipasang.

Selain membuat kota Lisbon menjadi lebih menarik, ternyata ada sejarah panjang penggunaan keramik untuk dinding di rumah dan bangunan kota Lisbon.

Seperti apa, ya, kisah keramik di Lisbon yang menjadikannya semakin menarik?

Sebagian Besar Tembok Rumah dan Bangunan di Kota Lisbon Dilapisi Keramik

Apa warna cat dinding rumah dan kamar tidur teman-teman? Mungkin dinding kamar tidur teman-teman dicat dengan warna favorit.

Berbeda dengan di rumah kita, sebagian besar bangunan di kota Lisbon dindingnya dipasangi keramik, seperti lantai rumah.

Namun keramik yang dipasang bukan keramik polos, nih, tapi berhiaskan berbagai lukisan dan gambar yang berwarna-warni.

Bahkan pada beberapa bangunan, keramik yang dipasang menunjukkan kisah atau cerita tertentu.
Seperti keramik yang dipasang di Stasiun Alameda, yang menggambarkan navigator dan kapal sebagai cerita sejarah pelayaran Portugal.

Pemasangan keramik pada dinding-dinding bangunan kota Lisbon membuat kota ini menjadi terlihat lebih menarik dan berwarna-warni.

Selain kisah sejarah, ada berbagai pola yang juga digambarkan pada keramik, yang membuatnya kemudian disebut sebagai seni keramik atau seni ubin.

Keramik Pertama Kali Sampai di Portugal pada Abad ke-15

Keramik yang menghiasi dinding bangunan kota Lisbon disebut sebagai azulejo, yaitu kata turunan dari bahasa Portugis, yang artinya ‘biru’.

Namun sebenarnya kata ini berasal dari bahasa Arab, yaitu az-zulayj, yang berarti ‘batu yang dipoles’.

Azulejo pertama kali masuk ke Portugal pada abad ke-15, yanag diimpor dari Spanyol.

Masuknya azulejo ke Portugal ini atas permintaan Raja Manuel I yang saat itu memimpin Portugal, karena dirinya melihat keindahan kota Granada, Spanyol, dan ingin menghiasi Istana Sintra dengan keramik.

Saat itu, pola lukisan pada keramik masih terbatas pada pola geometris dengan warna yang terbatas.

Namun seiring waktu, seniman Portugis mulai menambahkan berbagai gambar di keramik, mulai dari gambar hewan, tumbuhan, hingga manusia.

Bahkan keramik yang mereka buat mulai menceritakan berbagai kisah, nih, teman-teman, yang kemudian dipasang di gerejaa-gereja kota Lisbon.
Azulejo Semakin Populer di Abad 18 dan 19

Setelah banyak bangunan yang menggunakan keramik lukis untuk dindingnya, semakin banyak bangunan yang temboknya berlapiskan keramik, nih.

Hingga akhirnya pada abad ke-18 dan 19, penggunaan keramik di Portugal mencapai puncaknya dan digunakan hampir di setiap rumah dan bangunan kota Lisbon.

Dengan menggunakan keramik yang dipasang di dinding, mereka menganggap kalau hal ini membuat rumah mereka terlihat lebih berseni.

Selain itu, pemasangan keramik juga berdasarkan alasan kepraktisan.

Keramik yang dipasang pada dinding luar rumah akan membuat rumah lebih sejuk ketika musim panas, tapi juga melindungi rumah dari kelembapan, dan mengurangi suara bising dari jalan.

Baca Juga: Wadi, Makanan Fermentasi khas Suku Dayak dan Banjar di Kalimantan, Pernah Coba?

Ternyata Azulejo Juga Pernah Tidak Disukai, lo

Karena banyaknya orang yang memasang azulejo di dinding rumahnya, azulejo sempat tidak disukai oleh orang-orang.

Hal ini berlangsung pada abad 20, di mana orang-orang menganggap azulejo dan seni ubin dilihat sebagai sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat kelas baawah.

Ketika itu, azulejo sempat dianggap bukan sebagai sesuatu yang indah dan menghiasi gereja dengan berbagai kisahnya, nih.

Azulejo banyak dianggap sebagai keramik yang hanya menutupi rumah-rumah masyarakat kelas bawah.

Baca Juga: Ibu Kota Portugal Kota Lisbon Di Terjang Gempa

Tahun 1950an, Azulejo Kembali Disukai dan Dianggap Sebagai Seni

Setelah tidak disukai oleh banyak orang, sekitar tahun 1950-an, azulejo kembali disukai oleh penduduk Lisbon.

Penyebabnya adalah pembangunan stasiun kereta Lisbon yang dihiasi dengan keramik azulejo.

Pembangunan stasiun kereta Metro Lisabon melibatkan seorang seniman bernama Maria Keil yang diminta untuk menutupi dinding stasiun dengan keramik.

Hal ini dipilih karena biaya perawatan dinding keramik dianggap lebih murah dibandingkan dinding tembok dari semen.

Ada 19 stasiun kereta yang kemudian dihiasi dengan keramik yang menceritakan berbagai kisah dan lukisan warna-warni.
Berbagai Keramik dengan Pola Menarik Ada di Museum Keramik Lisbon

Karena kota Lisbon terkenal dengan keindahan keramiknya, bahkan ada museum khusus yang berisikan berbagai keramik, lo.

Museum ini bernama Lisbon’s Tile Museum atau Museum Keramik Lisbon yang terletak di bekas sebuah biara, yaitu biara Madre de Deus.

Lokasi ini dipilih karena biara ini terkenal dengan berbagai azulejo yang menarik.

Di museum ini, terpajang berbagai koleksi dan contoh keramik di Lisbon yang menampilkan berbagai cerita.

Banyaknya keramik dengan berbagai warna dan cerita inilah yang membuat kota Lisbon menjadi menarik dan banyak dikunjungi turis untuk melihat keindahan serta keunikan bangunan.

Continue Reading

Lisbon Kota Tercantik Di Portugal

Lisbon-Kota-Tercantik-Di-Portugal

no2lisbon – Setelah kunjungan sukses ke Spanyol, kami ikut melirik negara sebelahnya, Portugal. Sayang sungguh sayang keinginan kesana agak lama terpendam. Susah sekali mendapat tiket penerbangan murah ke negara itu. Berkali kami mengecek lewat bermacam maskapai penerbangan murah, atau agen perjalanan. Nihil. Sampai suatu ketika Emak melihat penawaran penerbangan murah dari Lufthansa, maskapai yang termasuk mahal di Jerman.

Adanya penawaran ini kebetulan sesuai dengan jadwal kami. Tak mau membuang kesempatan, kami segera pesan tiketnya. Awalnya kami bimbang, mau tiga atau empat hari disana. Setelah berkonsultasi dengan Walter, sahabat sekaligus penasihat jalan-jalan kami yang mengatakan bahwa Lisbon adalah salah satu kota tercantik di Eropa yang pernah dikunjunginya, maka kami putuskan empat hari di sana. Lagipula, kami kesana di bulan Maret, cuaca cukup enak untuk bepergian ke daerah selatan. Tak terlalu panas, tak terlalu dingin.

Menjelajah Lisbon

Namun kenyataannya, saat siang bolong sampai di Lisbon, kami kegerahan. Mungkin karena kami berasal dari daerah lebih dingin di Eropa Tengah. Apalagi setelah turun bus kota pakai acara kesasar saat mencari penginapan. Selain panas, ada tambahan bete, naik turun ibukota berbukit Portugal.

Kelar rehat sejenak dan mengisi perut di penginapan, kami mulai berjalan ke beberapa tempat. Benar juga, meski sebagian kota terlihat kumuh tak terawat, Lisbon masih menampakkan kecantikannya di banyak tempat. Rupanya kota ini mengalami penurunan jumlah penduduk cukup parah. Pantas saja banyak apartemen tak berpenghuni.

Waktu efektif penjelajahan kami di Lisbon adalah sekitar dua setengah hari. Kami manfaatkan sebaik mungkin. Kami membeli tiket harian di hari terakhir. Sedangkan dua hari pertama lebih memilih jalan-jalan naik turun perbukitan di kota ini. Dengan berjalan kaki, pesona suatu tempat bakal lebih banyak diserap dibanding kita memanfaatkan kendaraan. Namun karena medan lumayan berat, tentu saja di dua hari pertama kami menjelajahi daerah kota yang dekat dengan penginapan saja.

Kami berbekal satu peta kota pemberian ibu pemilik penginapan, seorang muslim India asal Mozambique. Sasaran pertama adalah Praca do Comercio, hanya berpuluh meter dari penginapan. Sebuah tempat terbuka di tepi Rio Tejo. Sebagian sedang ditutup karena renovasi. Kami berfoto di tepi sungai. Udara panas berbaur dengan hembusan angin sungai.

Dari sana, perjalanan berlanjut ke arah pusat kota Baixa. Baixa ini adalah daerah pertokoan, perkantoran sekaligus pemukiman. Lokasinya di pusat Lissabon bagian bawah. Jika dilihat dari perbukitan atau daerah tinggi atau peta, terlihat bahwa bentuk Baixa sangat unik. Gedung-gedungnya berjajar rapi menyerupai barisan. Trotoarnya terbuat dari keramik. Licin sebab sering dilewati pejalan kaki. Di sini selain pedagang kaki lima, bermukim butik, galeri, pertokoan serta restauran. Ada restauran khusus menjual makanan laut mahal seperti lobster dan kepiting raksasa. Binatang laut tersebut dipajang dalam keadaan hidup dalam akuarium. Pembeli bisa memilih dan membelinya dengan harga 65 euro per kilogram. Waks… Mana mampu kami membeli makanan semahal itu?

Baca Juga : Pusat Kuliner di Dunia dengan Bangunan Unik

Dari Baixa kami mendaki menuju Castelo de Sao Jorge di daerah perbukitan timur Baixa. Tanjakannya terjal. Kami lewat jalanan berbatu dan gang-gang berundak. Di bekas benteng yang pernah dikuasai kaum muslim ini hari mulai gelap dan angin malam makin kencang berhembus. Tak lama kami di daerah ini sebab tak bersiap dengan kostum lebih tebal.

Besoknya, petualangan dilanjtkan ke tempat lebih jauh. Agak pagi kami sudah bersiap keluar penginapan. Rute hari itu adalah kembali melewati Baixa ke Rossio, Marques de Pombal, lalu mendaki lagi hingga ujung Parque Eduardo VII.

Rossio adalah tempat terbuka lebar di jantung Lisbon. Hampir setiap kendaraan umum seperti bus, tram, dan metro melewati tempat ini. Sekelilingnya adalah gedung-gedung pertokoan, restauran, dan bank. Di tengahnya sebuah air muncrat besar dan cantik. Alasanya diplester dengan motif gelombang. Melambangkan air sebagai elemen penting bagi kota Lisbon dan Portugal pada umumnya. Plester pertama dipasang sejak 1849 oleh para narapidana di sana. Sebuah patung Raja Pedro IV berdiri gagah di depan satu gedung tinggi.

Kami sempat membeli roti sebagai tambahan bekal di sebuah toko roti, sebelum lanjut ke Eustacio do Rossio, sebuah stasiun dengan pintu sangat besar dan unik. Bentuknya mirip setengah lingkaran dan berukir. Dari sini perjalanan panjang dan menanjak sepanjang Avenida da Liberdade dimulai. Jalanan ini punya trotoar diantara pepohonan tinggi. Bangku-bangku taman berjajar. Sebagai tempat istirahat para pejalan kaki atau tempat tidur beberapa gelandangan. Kami sempat duduk dan berfoto beberapa kali. Adik mulai rewel di kereta bayinya. Ingin bebas berjalan kaki. Kami pun menggandengnya sambil terus mendaki.

Jalanan makin menanjak saja sesampai di bundaran Marques de Pombal dimana sebuah monumen tinggi berdiri. Di belakangnya, adalah sebuah taman, Parque Eduardo VII, diambil dari nama Eduard VII dari Inggris yang mengunjungi Portugal tahun 1903. Selain jalanan makin menanjak di taman ini, pepohonannya pun jarang hanya di sampin jalan saja. Kami kepanasan dan berkali istirahat di bangku di tepi jalan. Namun pemandangan di bagian tertinggi taman sungguh mengagumkan. Puas foto, kami kembali turun untuk melanjutkan ke obyek wisata lain.

Kembali ke stasiun Rossio, memanfaatkan lift mereka, kami mendaki lagi menuju Chiado. Obyek tertangkap mata pertama di sini adalah Convento do Carmo, reruntuhan sebuah gereja yang rusak akibat gempa bumi besar di Lisbon tahun 1755. Tiang-tiang reruntuhan terlihat masih kokoh, sedangkan atapnya sudah ambruk.

Dari sini kami lanjut ke daerah Bairro Alto, katanya ada tempat dimana kita bisa membeli makanan serba ikan murah. Namun karena tak tahu persis tempatnya, setelah berkali mengelilingi jalanan dan gang-gang kecil dan kumuh, tetap saja tak bertemu. Jadi kami putuskan masuk ke sebuah pusat perbelanjaan untuk istirahat sekaligus makan sore. Sisa hari itu kami habiskan beristirahat di penginapan.

Keesokan harinya kami berniat menjelajahi kota dengan kendraan umum. Makanya pagi-pagi kami sudah ke loket penjual tiket. Pertama, kami ingin mencicipi naik tram legendaris nomor 28. Selain melewati banyak obyek wisata, tram tua berumur seabad lebih ini juga malalui daerah-daerah paling tua di kota ini. Cocok sekali bagi kami yang ingin melihat kehidupan warga kota secara lebih dekat.

Puas naik tram pp, kami lalu turun di Basilica da Estrela, berfoto sebentar di tamannya, lalu ke daerah wisata terkenal, Belem. Titik pertama adalah Torre de Belem, yang letaknya cukup jauh dari halte pemberhentian tram. Kami mesti berjalan ke arah tepi sungai bersama rombongan turis lainnya. Torre de Belem adalah obyek pertama yang dilihat setiap kapal sebelum masuk pelabuhan Lisbon. Karena memang itu tujuan dibangunnya menara ini. Sebagai penyambut setiap kapal yang masuk pelabuhan pada tahun 1521, sebab pelaut Portugal dulunya merupakan pelaut-pelaut termasyur diseluruh dunia. Bangunan elegan ini merupakan monumen nasional sejak 1902 dan bersama biara Jeronimos ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dunia oleh Unesco.

Sempat berfoto keluarga dan membeli beberapa cinderamata, kami terus berjalan ke monumen raksasa, Padrao dos Descobrimentos. Menjulang setinggi 52 meter, di kedua sisi monumen berdiri 30 patung orang-orang penting Portugis. Terdepan dan terbesar adalah Heinrich Sang Pelaut, memegang sebuah kapal di tangannya, dan memandang ke arah Sungai. Di belakangnya antara lain Vasco da Gama, Pedro Alvares Cabral, Ferdinand Magellan, Diogo Cao, Bartolomeu Dias, Raja Manuel I, dll. Tak ada peneduh, panas sekali disini. Tak lama setelah mengabadikan peta jelajahan Portugis di masa lampau, kami pun langsung menuju kompleks bangunan bersejarah Jeronimos tak jauh dari monumen.

Kompleks biara sekaligus gereja ini termasuk salah satu yang bertahan dari terpaan gempa besar tahun 1755 masehi. Ornamen berukir di sekelilingnya sangat indah. Sebenarnya orang bisa masuk gratis hingga ke halaman dalam. Namun cuaca panas dan capek, kami hanya mengabadikan dan menikmati dari luar saja.

Sorenya, kami sempatkan diri memotret saluran air raksasa bersejarah yang berfungsi mulai abad 18 hingga kini. Bersembahyang di satu-satunya mesjid di Lisbon, kami kembali dengan bus kota ke arah penginapan. Hari itu sangat banyak kami kunjungi dan sangat melelahkan. Besok pagi sekali, kami harus berkendara kembali menuju bandara. Indah sekali kota ini. Sehingga hampir empat hari mengelilingi rasanya belum cukup juga untuk melihat semuanya.

Continue Reading

Atraksi Yang Harus Dikunjungi Di Lisbon

Atraksi Yang Harus Dikunjungi Di Lisbon

No2lisbon.net – Orang-orang tertarik ke Lisbon karena berbagai alasan, karena ibu kota Portugis menawarkan banyak pengalaman. Sementara beberapa ingin mengagumi arsitektur, yang lain ingin meletakkan kaki mereka di laut atau mungkin mencoba gaya masakan yang berbeda. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai atraksi yang harus dikunjungi di lisbon :

Oceanarium Lisbon
Banyak orang mungkin tidak menyadari, tetapi Lisbon adalah rumah bagi akuarium indoor terbesar di Eropa. Terletak di Parque das Nações, itu adalah bangunan indah lain di bagian unik kota ini, dan merupakan rumah bagi sejumlah besar spesies laut dari seluruh dunia. Dengan desain melingkar di sekitar tangki pusat yang sangat besar, pengunjung mendapatkan pemandangan yang memukau ke akuarium di tengah sementara berpindah dari satu habitat ke habitat lainnya.

Biaya masuk: € 18 – antara usia 13 – 64; € 12 – 12 tahun ke bawah, dan 65 +

Jardim Zoológico
Mengunjungi kebun binatang Lisbon adalah cara yang bagus untuk berada di tengah alam, dan ini juga kegiatan fantastis lainnya untuk dinikmati bersama keluarga. Di sini, pengunjung dapat belajar tentang berbagai spesies eksotis, serta yang asli ke Portugal. Moto mereka adalah ‘berkeliling dunia tanpa meninggalkan Lisbon’ dan menjelajahi semua hal yang dapat ditawarkan oleh kebun binatang dapat memakan waktu satu hari penuh.

Biaya masuk: € 20.50 – Usia 13 – 64; € 14.50 – Anak-anak di bawah 13; € 16 – Orang 65 +

Museum Gulbenkian Calouste
Mengapa tidak mengunjungi salah satu koleksi seni paling menakjubkan di Eropa dengan potongan-potongan yang berpacaran sepanjang perjalanan kembali ke Mesir Kuno, Yunani, dan Roma. Disumbangkan ke kota oleh Calouste Gulbenkian, koleksi ini mengambil alih tahun 40 untuk membangun dan berisi relik dari berbagai negara, budaya, dan era. Sebuah atraksi unik yang memadukan seni kontemporer dan kontemporer, musuem saat ini menjadi tuan rumah pameran sementara dari seniman Portugis José de Almada Negreiros.

Biaya masuk: € 14

Museum Berardo
Koleksi lain yang patut dikunjungi adalah di Museum Berardo, yang menampilkan berbagai seni modern dan kontemporer. Terletak di Belém Cultural Centre, koleksi yang mengesankan ini menampilkan karya dari beberapa gerakan yang berbeda, seperti surealisme, seni pop, hiper-realisme, minimalis, dan seni konseptual.

Biaya Pendaftaran: € 5 mulai bulan Mei, gratis pada hari Sabtu

Museum Nasional Seni Kuno
Sementara seni modern dan kontemporer menarik banyak pengunjung, beberapa penggemar lebih menyukai karya dari zaman dulu. Museum Nasional Seni Kuno memiliki koleksi nasional paling berharga di Portugal, dengan karya seni 40,000 dari seluruh Eropa dan di seluruh dunia.

Museum Fado
Mendengarkan fado tidak diragukan lagi menawarkan sekilas ke jiwa negara, jadi mengapa tidak mengunjungi Museum Fado untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarahnya. Terletak di Alfama, berjalan kaki singkat dari Santa Apolónia Station dan di seberang banyak area kafe dan restoran paling populer.

Lisbon Story Centre
Berjalan di sekitar Lisbon akan memberikan wawasan tentang sejarahnya, tetapi kunjungan ke Lisbon Story Centre memungkinkan kota untuk menceritakan kisahnya sendiri. Berlokasi di Praça do Comércio, ini adalah pengalaman multimedia inovatif yang secara dramatis menciptakan kembali peristiwa bersejarah paling signifikan di Lisbon.

Biaya Pendaftaran: € 7

Alfama
‘Kunjungi Alfama’ adalah hal yang paling disarankan bagi pelancong yang baru pertama kali ke Lisbon. Bagian tertua dari kota, mungkin terasa seperti Anda telah melangkah melewati waktu yang melengkung ke abad 17th atau 18th. Jalan-jalan sempit berliku dan eklektik, penuh dengan toko-toko suvenir dan bar kecil atau kafe, dan Alfama adalah salah satu lokasi terbaik yang ramah wisatawan untuk menikmati makanan otentik Portugis sambil mendengarkan genre musik soul favorit negara itu, fado.

Baixa & Bairro Alto
Sebagian besar Baixa, ‘lingkungan yang lebih rendah’ ​​hancur selama bencana gempa bumi Lisbon di 1755, dan dibangun kembali selama beberapa dekade yang kemudian menjadi salah satu bagian paling trendi di kota itu. Hari ini, menarik pengunjung dengan arsitektur Pombalin (gaya Portugis yang diturunkan pada abad 18th), kafe dan restoran romantis, dan sejumlah besar peluang berbelanja. Bairro Alto, di sisi lain, adalah “lingkungan atas” artistik dan bohemian-ramah Lisbon yang dipenuhi dengan beberapa bar, klub, dan restoran terbaik. Ini juga salah satu tempat terbaik untuk menikmati adegan seni jalanan kota Lisbon.

Mouraria / Martim Moniz
Mouraria dan alun-alun terdekatnya Martim Moniz selalu menarik keragaman dan berfungsi sebagai mekkah multibudaya Lisbon. Sementara Alfama mungkin menjadi salah satu tempat terbaik untuk mendengar musik fado, Mouraria adalah tempat di mana gaya musik ini benar-benar berkembang dan di mana fadistas pertama yang terkenal Severa pernah hidup, serta fado superstar saat ini, Mariza. Mouraria dulu memiliki reputasi yang tidak diinginkan karena kondisinya yang buruk, tetapi dekade terakhir telah mengalami peningkatan besar dan sekarang menjadi salah satu lingkungan paling menarik dan unik di Lisbon.

Parque das Nações
Segala sesuatu tentang Parque das Nações adalah kontemporer dan canggih, dari struktur elegan Gare do Oriente Station ke boardwalk, hotel, dan pusat hiburan. Dibangun untuk Pameran Dunia 1998 dan berfungsi sebagai salah satu tempat paling modern di Lisbon saat ini. Parque das Nações adalah daya tarik tersendiri karena sangat berbeda dari kebanyakan Lisbon yang bersejarah.

Kastil São Jorge
The São Jorge Castle jauh lebih dari benteng bukit Moor dengan dinding batu dan pemandangan yang luar biasa. Ini adalah salah satu struktur tertua dan paling dikenal di kota. Ini juga merupakan museum arkeologi dan situs penggalian bawah tanah dengan sisa-sisa yang mungkin berasal dari ribuan tahun dan dari era yang berbeda. Dari Zaman Besi ke Zaman Pertengahan hingga Renaisans dan baru-baru ini, kastil ini disaksikan banyak perubahan, yang mana pengunjung dapat memperoleh gagasan ketika berjalan melalui koridor, melihat benda-benda antik, dan menangkap kilasan harta yang tergali.

Biara Jerónimos
Dibangun selama tahun 100, sebagian besar selama abad 16th, Biara Jerónimos adalah salah satu alasan utama wisatawan menuju ke Belém (selain Pasteis de Belém yang terkenal dijual secara praktis di sebelah tetapi dengan akar dari Biara). Juga dikenal sebagai Biara Hieronymites, itu bukan hanya daya tarik utama dekat Lisbon tetapi salah satu landmark paling populer di seluruh Portugal, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO bersama dengan Menara Belem. Dibangun untuk menghormati peran Portugal selama Zaman Penemuan, sekarang makam banyak tokoh sejarah termasuk penjelajah Portugis dan navigator Vasco da Gama.

Biaya Pendaftaran: 10 €

Baca Juga : Rekomendasi Hidangan Tradisional Lisbon

Menara Belem
Belém Tower adalah Situs Warisan Dunia UNESCO lainnya, karena perannya dalam melindungi pantai Portugal selama Zaman Penemuan dan kemudian. Menggambarkan kombinasi arsitektur Gothic dan Manueline seperti Biara Jerónimos, Menara Belem menarik pengunjung untuk penampilannya serta perannya dalam sejarah.

Carmo Convent
Saat berada di Baixa, jangan lewatkan berjalan melewati apa yang tersisa dari Carmo Convent, yang merupakan salah satu bangunan yang sebagian hancur selama Gempa Bumi 1755. Di dalam, pengunjung juga akan melihat banyak keramik yang dipajang, koleksi makam, mosaik, dan patung.

Museum Azulejo Nasional
Tidak ada bangunan lain di seluruh Portugal yang sepenuhnya didedikasikan untuk seni ubin yang dapat dilihat di seluruh negeri. Bertempat di biara abad 16th, museum menunjukkan bagaimana ubin azulejos telah berevolusi dari waktu ke waktu dan penuh dengan kejutan, termasuk kapel yang tak terduga dipenuhi dengan karya seni yang rumit dan indah.

Biaya Pendaftaran: 5 €

Katedral Sé
Terletak di Alfama, Katedral Sé (juga dikenal sebagai Katedral Lisabon) adalah katedral tertua di kota dan salah satu landmark paling ikonik untuk boot. Menara dan jendela mawar sangat menarik perhatian dan altar, kapel, dan serambi yang digali di dalamnya membuat pengunjung terpesona.

Gereja São Roque
Dari katedral tertua di Lisbon, kunjungi Bairro Alto dan melihat katedral paling indah di Lisbon. Dibangun dalam selang waktu, gereja dirancang di Roma dan diangkut ke Lisbon di mana ia dirakit. Meskipun cukup sederhana dari luar, bagian dalam gereja adalah salah satu pemandangan paling indah di kota.

Monumen Cristo Rei
Secara teknis tidak di Lisbon, Monumen Cristo Rei adalah perjalanan singkat melintasi Sungai Tagus di Almada. Dibangun pada masa Salazar untuk menyerupai patung Christ the Redeemer Rio de Janeiro dan memegang makna keagamaan di negara ini.

Miradouros
Masuk akal bahwa sebuah kota yang terletak di tujuh bukit akan memiliki bagian yang adil dari titik-titik pengamatan, yang dikenal sebagai miradouros dalam bahasa Portugis. Dari titik-titik tinggi ini, Anda dapat menikmati pemandangan kota yang menakjubkan, sungai, dan menuju landmark utama seperti Castle of São Jorge dan jembatan kota yang ikonik.

Continue Reading