Pembahasan Lengkap Mengenai Alergi Telur

Pembahasan Lengkap Mengenai Alergi Telur – Sudah sangat hal biasa jika kita mengalami yang namanya alergi, mau alergi makanan ataupun minuman sudah merupakan hal yang sangat wajar bila terjadi kepada kita. Namun berbeda halnya jika beberapa orang mengalami alergi saat mengkonsumsi telur.

Alergi telur merupakan salah satu dari alergi makanan yang umum pada anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga mengidap alergi ini. Reaksi alergi muncul setelah seseorang mengonsumsi telur atau atau makanan yang mengandung telur.

Pembahasan Lengkap Mengenai Alergi Telur

1. Apa itu alergi telur?
Berdasarkan studi dalam jurnal Current Gastroenterology Reports tahun 2018, alergi makanan adalah respons abnormal terhadap makanan yang disebabkan antibodi imunoglobulin E (IgE). Alergi telur adalah salah satu types of allergies makanan yang paling umum pada masa kanak-kanak.

Ketika seseorang memiliki alergi telur, sistem kekebalan tubuh, yang biasanya melawan infeksi, bereaksi berlebihan terhadap protein dalam telur.

Alergi telur memengaruhi 1-2 persen anak-anak. Sebagian besar reaksi alergi tidak parah, tetapi dapat mengancam jiwa ketika melibatkan gangguan pernapasan dan atau kardiovaskular.

2. Penyebab dan faktor risiko
Untuk semua alergi, sistem kekebalan bereaksi terhadap molekul pemicu alergi tertentu (alergen). Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang mendeteksi alergen dan menyebabkan reaksi peradangan dan pelepasan zat kimia yang disebut histamin. Histamin menyebabkan gatal-gatal, demam, dan gejala alergi lainnya.

Molekul yang memicu reaksi alergi dapat berupa putih telur atau kuning telur, tetapi alergi terhadap putih telur lebih sering terjadi.

Molekul spesifik dalam telur yang memicu alergi mungkin ada dalam telur ayam dan telur bebek. Oleh karena itu, beberapa orang bisa alergi terhadap telur ayam dan bebek. Ini dikenal sebagai reaksi silang, mengutip Better Health Channel.

Dermatitis atopik: anak dengan jenis reaksi kulit ini cenderung lebih mungkin untuk mengembangkan alergi makanan dibanding anak-anak yang tidak memiliki kondisi kulit tersebut.
Riwayat keluarga: seseorang akan lebih berisiko mengembangkan alergi telur bila salah satu atau kedua orang tua memiliki asma, alergi makanan, atau jenis alergi lainnya, seperti rinitis alergi, urtikaria, atau eksem.
Usia: alergi telur paling umum dialami anak. Seiring usia bertambah, sistem pencernaan akan menjadi matang dan reaksi alergi makanan cenderung tidak terjadi.

3. Komplikasi yang dapat terjadi
Komplikasi alergi telur yang paling signifikan adalah reaksi alergi parah yang memerlukan injeksi epinefrin dan perawatan darurat.

Reaksi sistem kekebalan yang sama yang menyebabkan alergi telur juga dapat menyebabkan kondisi lain. Jika kamu atau anak memiliki alergi telur, kamu maupun anak mungkin lebih berisiko mengalami:

Alergi terhadap makanan lain, seperti susu, kedelai, atau kacang tanah
Alergi terhadap bulu hewan peliharaan, tungau debu, atau serbuk sari rumput
Reaksi alergi kulit seperti dermatitis atopik
Asma, yang pada gilirannya meningkatkan risiko reaksi alergi parah terhadap telur atau makanan lain

You may also like